Matanurani, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2018 sebesar 5,27 persen. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2018 secara tahunan atau year on year (YoY) disumbang oleh beberapa lapangan usaha.
Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, mengatakan lapangan usaha dengan kontribusi tertinggi pertama disumbang oleh jasa lainnya sebesar 9,22 persen. “Pertumbuhan ekonomi secara year on year tertinggi disumbang oleh lapangan kerja jasa lainnya sebesar 9,22 persen,” ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/8).
Pertumbuhan secara year on year tertinggi kedua disumbang oleh jasa perusahaan sebesar 8,89 persen. Kemudian pertumbuhan ketiga secara year on year disumbang oleh transportasi dan pergudangan sebesar 8,59 persen.
Sementara itu dibandingkan dengan triwulan I 2018, pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha tertinggi disumbang oleh pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 9,93 persen. Kedua disumbang oleh jasa perusahaan sebesar 3,37 persen dan ketiga disumbang oleh jasa lainnya sebesar 3,30 persen.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 sebesar 5,3 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh beberapa faktor di antaranya Lebaran dan masa pemilihan kepala daerah (Pilkada). “Ya saya kira antara 5,2 atau 5,3 persen,” ujar Menko Darmin.
Menko Darmin menjelaskan, selain didorong oleh Lebaran dan masa pilkada, pertumbuhan ekonomi kuartal II juga didukung oleh masa panen raya yang bergeser pada April dan Mei. Sementara tahun lalu masa panen berada pada Maret dan April.
“Pertama itu panen kita bergeser saya ingatkan, di kuartal pertama. Jadi panen kita bergeser kalau tahun lalu di kuartal satu panen rayanya, tahun ini kuartal dua April-Mei. Jadi itu akan membuat pertumbuhan itu jadi tinggi dari sebelumnya,” kata dia.
“Kemudian yang kedua ada pilkada kemarin ini banyak di daerah, ada Lebaran berarti ada belanja orang lebih banyak berarti antara 5,2 sampai 5,3 persen begitu. Ya susah 5,3 persen tapi saya bilang saja ya,” ujar dia.(Mer).




































