Matanurani Jakarta – Pemerintah bakal mengambil langkah tegas terhadap pelaku anomali di sektor perberasan dalam negeri. Pemerintah menyoroti produk beras yang dipasarkan dengan klaim tambahan gizi atau fortifikasi, namun kandungannya tidak sesuai dengan ketentuan.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan dalam waktu dekat pemerintah akan mengumumkan tindak lanjut atas temuan ketidaksesuaian pada beras khusus tersebut.
Amran menegaskan, pemerintah tidak akan mundur dalam menindak pelaku anomali perberasan. Ia bahkan menyatakan siap mempertaruhkan segalanya untuk membongkar praktik tersebut.
“Kami hajar! Kami pertaruhkan segalanya, sudah siap lahir batin. Beras fortifikasi, dia jual Rp56.000 satu kilo, padahal harganya Rp13.000 dan ini sudah masuk lab. Rp20.000 dijualkan. Rp40.000 satu kilo. Rp56.000 dijualkan. Di labelnya (ibarat) ini emas padahal di dalamnya adalah timah besi, besi berkarat,” kata Amran dalam keterangannya, dikutip Senin (14/9).
Menurut Amran, kondisi tersebut berpotensi memberikan keuntungan besar bagi pelaku, sementara konsumen harus membayar harga lebih tinggi untuk produk yang tidak sesuai dengan klaimnya.
“Untungnya itu kalau Rp30.000 dikali 10 ton, itu Rp300 juta, satu truk. (Jadi) ini sudah fiks. Insya Allah minggu depan kami umumkan. Kalau terus menerus seperti ini, kapan kita Republik ini menikmati negaranya? (Tapi) ada mafia. Tolong saya didukung. Saya ledakkan. Saya pertaruhkan segalanya, demi merah putih, demi umat,” tegasnya. (Bis).



































