Matanurani, Pekanbaru – Kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan pendapatan yang sebagian terbesar berada di daerah pedesaan, menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar.
Untuk itu Partai Hanura meyakini bahwa kekuatan dan daya saing bangsa sangat tergantung pada keberhasilan pembangunan masyarakat di seluruh daerah dan desa tertinggal.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Benny Pasaribu saat konferensi Pers bersama wartawan pada Rakernas hari kedua di Hotel Arya Duta, Pekanbaru, Rabu (9/5).
“Karenanya Partai Hanura meyakini pentingnya membangun peradaban yang dimulai dari daerah. Bilamana masyarakat daerah berhasil mencapai kehidupan yang layak dan bermartabat, maka dengan sendirinya Indonesia akan menjadi negara maju dan kuat, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Bahkan Indonesia dapat menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke 5 dunia pada tahun 2030,” kata Benny yang juga Ketua Panitia Pengarah Rakernas I Partai Hanura.
Untuk itu kata Benny, doktrin dan arah perjuangan Partai Hanura telah dijabarkan ke dalam Sapta Krida (7) bidang kehidupan berbangsa dan bernegara yang perlu dilihat secara komprehensif dan integratif dalam tema membangun daerah untuk Indonesia beradab.
Adapun Sapta Krida Partai Hanura tersebut lanjut Benny, masing-masing adalah di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, sumber daya manusia, otonomi daerah, hukum, pertahanan, dan keamanan serta kerjasama luar negeri.
“Partai Hanura senantiasa mendengar suara Hati Nurani dan dapat dinyatakan sebagai Rumah Peradaban, atau wadah yang terbuka dan nyaman bagi setiap warga bangsa tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan,” jelas Benny. (Smn).





































