Home Internasional Pertemuan Xi Jinping dan Trump di Beijing: Bawa Misi Ekonomi Raksasa

Pertemuan Xi Jinping dan Trump di Beijing: Bawa Misi Ekonomi Raksasa

0
SHARE

 

Matanurani, Jakarta – Mata dunia tertuju pada Balai Besar Rakyat di Beijing saat Presiden China Xi Jinping menyambut hangat kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (14/5). Pertemuan bilateral yang sangat dinantikan ini menjadi momen kembalinya Trump ke Negeri Tirai Bambu setelah sembilan tahun, sekaligus menandai babak baru diplomasi dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Dalam sambutan pembukanya, Presiden Xi menekankan bahwa situasi internasional saat ini tengah berada dalam persimpangan jalan yang dinamis dan bergejolak. Ia menyerukan agar kedua negara mengakhiri pola persaingan yang saling menjatuhkan.

“Kita harus menjadi mitra, bukan saling bersaing. Seharusnya saling membantu untuk sama-sama berhasil dan sejahtera,” tegas Xi Jinping di hadapan Trump dan para menteri kabinet.

Visi Xi Jinping: Menjadikan 2026 Tonggak Sejarah

Presiden Xi secara khusus memberikan ucapan selamat kepada Trump atas peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Ia meyakini bahwa kepentingan bersama antara Beijing dan Washington jauh melampaui perbedaan yang ada selama ini.

“Saya menantikan diskusi kita untuk menentukan arah dan mengarahkan kapal raksasa hubungan China-AS, sehingga menjadikan tahun 2026 sebagai tonggak sejarah yang membuka babak baru,” tambah Xi. Menurutnya, stabilitas hubungan bilateral ini bukan hanya penting bagi kedua negara, melainkan juga bagi kemakmuran dunia.

Sanjungan Trump untuk Xi Jinping dan ‘The Dream Team’ Bisnis

Menanggapi sambutan tersebut, Donald Trump memuji Xi Jinping sebagai pemimpin yang hebat. Trump menggarisbawahi kekuatan hubungan personalnya dengan Xi yang disebutnya telah terjalin sangat lama dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan pelik melalui komunikasi langsung.

“Anda adalah pemimpin yang hebat. Saya mengatakannya kepada semua orang karena itu benar. Kita memiliki hubungan yang fantastis dan kita akan memiliki masa depan bersama yang luar biasa,” ujar Trump lugas.

Trump tidak datang dengan tangan kosong. Ia memboyong delegasi bisnis yang ia sebut sebagai ‘orang-orang terbaik di dunia’. Sebanyak 30 pemimpin perusahaan papan atas AS hadir di Beijing untuk menjajaki peluang perdagangan yang bersifat timbal balik.

Daftar CEO Raksasa di Pesawat Air Force One
Kehadiran para eksekutif kelas berat ini mempertegas bahwa agenda utama Trump adalah penguatan ekonomi dan teknologi. Salah satu momen menarik adalah bergabungnya CEO NVIDIA Jensen Huang, ke pesawat Air Force One saat melakukan pengisian bahan bakar di Alaska.

Berikut adalah deretan CEO dan eksekutif papan atas AS yang mendarat di Beijing bersama Trump:

Teknologi & AI: Elon Musk (Tesla & SpaceX), Tim Cook (Apple), Jensen Huang (NVIDIA), Cristiano Amon (Qualcomm), Sanjay Mehrotra (Micron), dan Dina Powell McCormick (Meta).

Keuangan & Investasi: Larry Fink (BlackRock), Stephen Schwarzman (Blackstone), David Solomon (Goldman Sachs), Jane Fraser (Citigroup), Michael Miebach (Mastercard), dan Ryan McInerney (Visa).

Industri & Dirgantara: Kelly Ortberg (Boeing), Larry Culp (GE Aerospace), dan Jim Anderson (Coherent).

Sektor Lainnya: Brian Sikes (Cargill) dan Jacob Thaysen (Illumina).

Trump menegaskan bahwa rakyat Amerika Serikat sangat antusias menunggu hasil dari apa yang ia sebut sebagai ‘KTT terbesar yang pernah ada’ ini. Ia optimistis diskusi maraton di Beijing akan membawa hubungan kedua negara ke level yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. (Ini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here