Home News Tak Ada Impor Jagung, Peternak Minta Pemerintah Siap Hadapi Konsekuensi

Tak Ada Impor Jagung, Peternak Minta Pemerintah Siap Hadapi Konsekuensi

0
SHARE
Petani memanen jagung di areal persawahan di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (15/11). Harga jagung di tingkat petani mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp3 ribu per kilogram menjadi Rp4 ribu dengan volume sama, dampak perubahan pola tanam tahun ini. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/pd/16

Matanurani, Jakarta – Kalangan peternak unggas mengatakan pemerintah harus siap menghadapi konsekuensi dari keputusan untuk tidak mengimpor jagung pakan. Saat ini, gejolak harga masih berlangsung karena disinyalir adanya pasokan yang terbatas.

“Jika pemerintah memutuskan tidak impor, artinya pemerintah harus bisa menanggung konsekuensi jika kondisi di lapangan tidak sesuai perkiraan. Bagaimana peternak tetap memeroleh jagung dengan mudah dan harga sesuai,” kata Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi, Rabu (22/9).

Sugeng mengkhawatirkan kondisi pasokan di lapangan justru tidak sesuai dengan data pemerintah. Jika pasokan memadai, dia menyebutkan harga jagung seharusnya tetap terkendali.

“Jika stok ada sesuai laporan pemerintah, seharusnya kondisi harga tidak seperti sekarang. Kalau demikian artinya ada yang tidak beres atau ada penimbunan,” lanjutnya.

Dalam audiensi dengan Presiden Joko Widodo, peternak sejatinya telah menyuarakan kepada pemerintah untuk mengamankan stok sebesar 500.000 ton, yang di antaranya dipasok melalui impor.

Tetapi, Kementerian Pertanian menyebutkan terdapat stok sebesar 2,61 juta ton. Terpisah, Sekretaris Perusahaan Umum (Perum) Bulog Awaluddin Iqbal membenarkan pemerintah memutuskan untuk tidak mengimpor jagung pakan. Guna mengatasi kondisi harga jagung pakan, pemerintah akan mengoptimasi penyerapan produksi lokal.

“Prioritas sekarang mengoptimalisasi hasil petani dulu. Targetnya adalah memenuhi kebutuhan peternak dengan harga acuan pemerintah, terutama dalam waktu dekat ini,” kata Awaluddin.

Swpwrti diketahui Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa pemerintah memutuskan tidak membuka keran impor jagung untuk pakan dalam rangka stabilisasi harga. Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kementerian Perekonomian pada Rabu (22/9).

Saat rapat itu, kata Lutfi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi memastikan ketersediaan jagung pakan di dalam negeri relatif aman.

“Ga jadi [impor]. Tadi sudah kita rapati ini mau dicari dari lokal sekarang, Dirjen Tanaman Pangannya sudah menjamin ada, sekarang sedang diatur Bulog yang akan menjadi perantarannya,” kata Lutfi, Rabu (22/9).

Lutfi mengatakan Kementerian Pertanian bakal menyiapkan 30.000 ton jagung pakan kepada peternak. Nantinya, dia menambahkan, 30.000 ton itu bakal disalurkan dengan harga Rp4.500 per kg.

“Jadi yang 30.000 ton ini sudah dipenuhi akan dicarikan barangnya oleh Direktur Tanaman Pangan, subsidi akan datang dari Kemendag melalui Bulog,” kata dia. (Bis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here