Home Internasional Maroko Geser Afsel sebagai Kekuatan Industri Utama Afrika

Maroko Geser Afsel sebagai Kekuatan Industri Utama Afrika

0
SHARE

 

Matanurani, Jakarta – Maroko resmi menggeser Afrika Selatan (Afsel) sebagai kekuatan industri utama di Afrika berdasarkan laporan terbaru Bank Pembangunan Afrika atau African Development Bank (AfDB).

Pergeseran tersebut menandai perubahan signifikan dalam lanskap ekonomi benua Afrika yang selama ini didominasi Pretoria di sektor industri dan manufaktur.

Dalam laporan Africa Industrialisation Index 2025 yang diluncurkan pada Pertemuan Tahunan AfDB di Brazzaville, Maroko dinilai berhasil melesat ke posisi puncak berkat kebijakan industrialisasi yang konsisten, diversifikasi ekspor, serta ekspansi sektor manufaktur yang agresif dalam beberapa tahun terakhir.

AfDB menyebut Maroko kini semakin kokoh sebagai pusat manufaktur dan ekspor yang menghubungkan pasar Eropa, Afrika, hingga Timur Tengah.

“Perkembangan ini menandakan perubahan keseimbangan pengaruh ekonomi di Afrika, dengan Maroko semakin memposisikan dirinya sebagai pusat manufaktur dan ekspor yang menghubungkan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah,” ungkap laporan tersebut, dikutip Jumat, (29/5).

Di sisi lain, Afrika Selatan yang masih menjadi salah satu raksasa industri Afrika dinilai menghadapi penurunan daya saing akibat berbagai tantangan ekonomi domestik.

Laporan tersebut juga menyoroti ketimpangan industrialisasi di Afrika. Kawasan Afrika Utara dan Afrika Selatan masih mendominasi produksi industri dan kecanggihan ekspor, sementara banyak negara di Afrika Timur, Barat, dan Tengah masih tertinggal dalam kapasitas manufaktur serta jaringan produksi regional.

Selain itu, AfDB mengungkap lemahnya perdagangan intra-Afrika yang dinilai menjadi salah satu hambatan utama industrialisasi kawasan. Perdagangan antarnegara Afrika tercatat hanya mencapai 14,4 persen dari total perdagangan, mencerminkan rantai pasok yang terfragmentasi dan minimnya integrasi industri di antara negara-negara Afrika.

Indeks tersebut mengukur perkembangan industrialisasi di 54 negara Afrika sepanjang periode 2010 hingga 2024. Hasilnya menunjukkan sebanyak 41 negara mengalami peningkatan skor industrialisasi, sementara performa industri Afrika secara keseluruhan tumbuh sebesar 6 persen. (Rmo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here