Home News Ramai Respons Isu Pembubaran KPK, PDIP Klarifikasi Maksud Megawati

Ramai Respons Isu Pembubaran KPK, PDIP Klarifikasi Maksud Megawati

0
SHARE

Pekerja membersihkan gedung KPK di Jakarta, Rabu (21/11/2018). Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Wawan Wardiana mengungkapkan, rata-rata skor Indeks Penilaian Integritas Tahun 2017 di 36 kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah berada di angka 66, dimana Pemerintah Kota Banda Aceh merupakan daerah yang memiliki resiko korupsi rendah dengan skor tertinggi, yakni 77,39 sementara Pemerintahan Provinsi Papua sekitar 52,91 berada dipaling bawah. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.

Matanurani, Jakarta –– Usulan Megawati Soekarnoputri terkait pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai beragam respons dari sejumlah pihak.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meluruskan maksud ketua umum partainya yang kadung diberitakan sempat meminta kepada Presiden Jokowi membubarkan KPK tersebut.

“Itu diplintir. Maksud Bu Mega, beliau yang mendirikan KPK, (tapi korupsi) masih jadi persoalan pokok,” kata Hasto menjawab pertanyaan wartawan di Yogyakarta, Selasa (22/8).

Bahkan, menurut Hasto, Megawati justru menegaskan bahwa ketika KPK didirikan, bentuknya hanya komisi yang berarti sifatnya ad hoc atau dapat dibubarkan kapan saja. Bukan lembaga permanen. “Bu Mega menegaskan jangan hanya komisi karena komisi sifatnya bukan permanen,” imbuhnya.

Yang jelas, terkait KPK, Megawati hanya ingin agar gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia benar-benar bisa menurunkan angka serta perilaku korupsi anggaran negara. Sehingga harus bersungguh-sungguh. “Harus ada upaya sungguh-sungguh, komitmen pemimpin nasional dan anak bangsa untuk mencegah korupsi,” tegas Hasto.

“Baru saja saya melakukan konfirmasi juga kepada ibu Megawati Soekarnoputri, (bahwa Bu Mega ingin KPK bubar) sama sekali tidak benar, karena beliau mendirikan KPK itu dalam spirit untuk memenuhi amanat dari reformasi,” pungkas Hasto. (Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here