Home Ekonomi Kenaikan Suku Bunga BI Dinilai Membuat Rupiah Terus Melemah

Kenaikan Suku Bunga BI Dinilai Membuat Rupiah Terus Melemah

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen ternyata berkontribusi kepada terus melemahnya nilai tukar Rupiah. Hal tersebut dibuktikan oleh Ekonom dari Universitas Indonesia Fithra Faisal melalui simulasi hubungan antara suku bunga dan nilai tukar.

“Itu hasilnya non monotonik, artinya ketika suku bunga dinaikkan sedikit maka ada potensi rupiah membaik. Tetapi ketika naiknya agresif dan tinggi, kecenderungannya malah terdepresiasi,” ujar Fithra seperti dikutip dari tempo, Sabtu, (7/7).

Hal tersebut tercermin dalam kondisi rupiah pasca keluarnya kebijakan moneter BI tersebut. Dampak positif kenaikan suku bunga acuan terhadap penguatan rupiah ternyata tidak terlalu signifikan, malahan beberapa waktu terakhir nilai tukar rupiah makin loyo. Berdasarkan Jakarta Interspot Dollar Rate, kurs rupiah terakhir berada di level Rp 14.409 per dolar AS.

Meski demikian, Fithra mengatakan kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan sebenarnya tidak sepenuhnya salah. “ini soal kapan mengeluarkan pelurunya dan dosisnya seberapa besar.”

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan investor asing yang masuk ke Indonesia belum cukup besar meski suku bunga acuan sudah dinaikkan.

“Kan respons suku bunga bagaimana untuk bisa membuat pasar keuangan Indonesia khususnya di obligasi pemerintah yield-nya tetap menarik bagi investor asing, kan konteksnya seperti itu,” ujar Perry di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, (3/7) lalu.

Harapannya, seiring dengan adanya lelang, investor asing bisa masuk ke dalam negeri dan mulai memacu stabilitas rupiah. Namun, lantaran ternyata investasi luar negeri yang masuk ternyata belum terlalu besar pasca kebijakan suku bunga itu, rupiah terus bergerak melemah.

Apabila investasi asing yang masuk belum juga mencukupi, Perry mengatakan BI perlu melakukan intervensi valuta asing. Serta, jika ada investor asing yang menjual Surat Berharga Negara-nya, BI akan membeli SBN dari pasar sekunder. “Koordinasi ini yang perlu dilakukan,” ujar Perry. (Tem).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here