Home Benny's Wisdom Menuju Pertumbuhan Industri Yang Inklusif dan Berkeadilan

Menuju Pertumbuhan Industri Yang Inklusif dan Berkeadilan

0
SHARE

Oleh: Benny Pasaribu, Ph.D

TAHUN 2045 mendatang, Indonesia akan genap berusia 100 tahun. Sehingga dalam kurun waktu waktu 30 tahun ke depan,  Indonesia harus mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaannya di tengah perubahan lingkungan dunia yang sangat dinamis.

Oleh karena itu, peran industri jadi bagian sangat penting dari rangkaian perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan pemerintah dan legislatif di pusat dan daerah, baik jangka pendek dan menengah maupun jangka panjang dalam rangka menuju pertumbuhan industri yang inklusif dan berkeadilan.

Sehingga strategi dan arah kebijakan industri ke depan perlu ditetapkan sektor mana yang diunggulkan sebagai prioritas untuk diindustrialisasikan dan pilihan kebijakan ekonomi yang tepat untuk mengakselerasi industrialisasi Indonesia. Bagaimana mempercepat terjadinya kemudahan perijinan berbisnis, peningkatan mutu sumber daya manusia hingga penyediaan teknologi canggih termasuk digital guna mempercepat industrialisasi.

KEIN telah mengajukan kepada Presiden pilihan Prioritas industri nasional yang tepat sesuai keunggulan komparatif bangsa dan melibatkan sebagian terbesar rakyat Indonesia (inklusif), yaitu Industri agro, industri maritim, industri pariwisata, dan industri kreatif.

Pemilihan empat industri prioritas nasional tersebut dikarenakan memiliki potensi besar sebagai motor penggerak dan lokomotif ekonomi bangsa melalui backward and forward linkages, memiliki basis bahan baku lokal (yang diproduksi rakyat banyak secara kontinu) sehingga terjamin keberlanjutannya, serta melibatkan jumlah tenaga kerja yang sangat besar.

Alasan lainnya adalah karena melalui 4 sektor tersebut, potensi peningkatan nilai tambah dan pangsa pasar sangat besar, potensi transformasi struktur ekonomi dari berbasis komoditas primer ke industri produk jadi (barang dan jasa), memberikan dampak pada peningkatan value chain dan sektor jasa khususnya supply chain global, memiliki basis keindahan alam dan keragaman/ keunikan budaya, memiliki basis produk budaya dan kearifan lokal dan ramah lingkungan dan keberlanjutan (sustainable).

Namun demikian empat industri prioritas nasional itu, tetap harus didukung dengan infrastruktur yang memadai, perizinan usaha yang cepat dan tepat, investasi, insentif fiskal, pembiayaan, mutu sumber daya manusia, teknologi, kelembagaan usaha, kebijakan perdagangan dan ketenagakerjaan.

Arah dan kebijakan industrialisasi Indonesia 2045 itu adalah memobilisasi sumberdaya nasional untuk mendorong transformasi  keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif (daya saing global), transformasi struktural dari pertumbuhan ekonomi berbasis konsumsi menjadi berbasis produksi dengan kecepatan yang tinggi, berkualitas dan berkelanjutan dengan mengutamakan peningkatan produktivitas, efisiensi dan daya saing global, serta penyerapan tenaga kerja terutama pada low-skilled labour.

Karena itu, dengan menetapkan visi industrialisasi 2045 dimaksudkan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara industri maju terbesar keempat dunia pada 2045. Misinya tentu saja untuk meningkatkan taraf hidup rakyat, melakukan transformasi struktural ekonomi, mengembangkan struktur industri yang kokoh dan memperkuat sinergitas peran dunia usaha nasional.

Dengan demikian, Indonesia harus mengurangi ketergantungan pada ekspor produk primer dan impor barang jadi.

Pilihan empat industri prioritas ini sangat tepat karena sudah sesuai Nawacita dan arahan Presiden di berbagai kesempatan. Intinya membangun ekonomi berbasis potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang tersedia di dalam negeri dan dimulai dari daerah sesuai produk unggulan masing2 daerah. Dengan demikian secara bertahap industrialisasi akan mampu menghasilkan produk akhir dan bahan baku/ bahan penolong bagi industri selanjutannya. Hal ini akan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan baku impor disamping bahan penolong dan barang modal (mesin dan peralatan) menuju pertumbuhan industri yang inklusif dan berkeadilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here