Matanurani, Jakarta – Seluruh elemen relawan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin akan turun ke jalan untuk menggelar syukuran inaugurasi pelantikan Presiden-Wakil Presiden, pada 20 Oktober 2019.
Ketua panitia pelaksana syukuran inaugurasi Presiden dan Wakil Presiden, Andi Gani Nena Wea menyatakan bahwa, kegiatan ini berbeda dengan konsep awalnya yakni Parade Budaya.
“Parade budaya yang rencananya ikut memeriahkan akhirnya dibatalkan karena Presiden Jokowi ingin penyambutan beliau dilakukan dengan cara sederhana dan khidmat,” kata Andi Gani dalam jumpa pers di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10).
Andi menjelaskan, acara akan dimulai sejak pukul 12.00 WIB. Nantinya, akan ada dua lokasi konsentrasi massa di Patung Kuda dan Taman Pandang.
“Patung kuda ada panggung dan LED, depan MK, dan taman pandang, itu dimulai 12.00 jadi peserta memenuhi Jalan Medan Merdeka Barat,” ujar Andi.
Jumlah massa pada acara ini diklaim oleh panitia akan dihadiri oleh sekiranya 100 ribu lebih. Mereka akan mengenakan pakaian putih atau merah putih.
Acara ini berlangsung di tengah Polda Metro Jaya mengeluarkan diskresi mengimbau agar elemen masyarakat tidak menggelar demonstrasi ketika pelaksanaan pelantikan Jokowi sebagai Presiden Indonesia.
Polda Metro mengeluarkan diskresi soal tersebut sejak tanggal 15 hingga 20 Oktober.
Mengenai hal tersebut, Andi berdalih bahwa diskresi polisi itu hanya dikeluarkan untuk masyarakat yang berencana melakukan aksi demonstrasi. Bukan untuk massa yang membuat syukuran.
Pasalnya, kata Andi, panitianya sudah melakukan kordinasi dengan aparat kepolisian. Mengingat, acara itu menarik perhatian massa dan memerlukan pengamanan.
Tetapi, Andi tak merinci apakah kegiatan itu dikeluarkan izinnya atau Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). “Kordinasi dengan aparat. Ini bukan demonstrasi. Diskresi ini hanya untuk unjuk rasa. Tentunya perlu pengamanan dari pihak kepolisian untuk mencegah sesuatu yang fatal,” papar Andi. (Mer).





































