Home Nasional PBNU: Tak Ada Ulama yang Anggap Baik Tulis Kalimat Tauhid di Bendera

PBNU: Tak Ada Ulama yang Anggap Baik Tulis Kalimat Tauhid di Bendera

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Kiai Haji Said Aqil Siradj menjelaskan, mengenai kalimat Alquran yang dituliskan di bendera atau di suatu tempat lainnya.

Kiai Said menjelaskan, mayoritas ulama dengan empat mazab itu berpendapat, menulis Alquran kalimat toyyibah di bendera, di tembok, pakaian, di atap rumah itu makruh, bahkan ada yang mengatakan itu haram.

“Lebih jelas lagi, malah Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat ada orang yang menulis Alquran di tembok, ditempeleng oleh Khalifah. Itu padahal, orangnya terkenal sangat santun,” jelas Said Aqil di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).

“Begitu pula, haram membuat lukisan bertuliskan Alquran, Asmaul Husna, karena nanti takut akan menjadi sampah. Akan menjadi khawatir tak bisa menghormati,” tuturnya.

Menurut dia, beberapa ulama lainnya seperti Imam Nawawi, Raudhatul Tholibin, begitu pula Imam Syarwani dalam kitabnya, dan ada lagi Ibnu Taimiyah yang mengatakan kalimat toyibah ditulis di uang dan di tembok itu makruh.

“Tidak ada ulama yang menganggap baik menulis kalimat tauhid Alquran di bendera siapapun. Bukan hanya HTI semuanya. Tidak ada ulama yang anggap baik menulis kalimat tauhid di bendera, karena takut kita tidak mampu menghormatinya,” tuturnya. (Viv).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here