Home Nasional Jokowi Sudah Waktunya Merombak Kabinet

Jokowi Sudah Waktunya Merombak Kabinet

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Sejumlah kalangan menge­mukakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah waktunya merombak kabinet. Para menteri yang dinilai tidak memban­tu, tapi malah membuat masalah sudah sepantasnya dicoret dari kabinet, sehing­ga Presiden sudah bersih dari pembantu-pembantu yang kontraproduktif di awal periode kedua pemerintahannya.

Publik dan pelaku usaha mengharap­kan perombakan kabinet diisi oleh figur-figur yang tepat. Apabila menteri-men­terinya lebih baik, maka kebijakan yang dihasilkan pemerintahan Jokowi nanti akan lebih baik.

Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Erwan Agus Purwanto, mengemukakan berbagai kalangan mengharapkan Presiden Jokowi segera mengumumkan kabinet baru agar pa­sar mengetahui lebih jelas arah kebijak­an pemerintah. Oleh karena itu, Jokowi tidak perlu menunggu pembentukan kabinet hingga usai pelantikan pada Oktober nanti.

Menurut dia, saat ini Jokowi lebih le­luasa sehingga bisa langsung tancap gas. Terlebih jika melihat real count yang di­lakukan Komisi Pemi­lihan Umum (KPU), kemenangan Jokowi sepertinya tak terben­dung lagi.

“Dugaan saya jika nanti pada tanggal 22 Mei Pak Jokowi sesuai real count dinyatakan sebagai pemenang pilpres, maka be­liau akan segera be­kerja cepat untuk menata kabinetnya,” kata Erwan, Senin (29/4).

Bahkan, apabila melihat hasil real count KPU yang telah mencapai lebih dari 53 persen suara pada Senin pukul 22.15 WIB maka terbuka kemungkinan pengumuman hasil penghitungan suara bisa dilakukan lebih awal dari jadwal.

Berbeda dengan periode pertama, Erwan menilai pada periode kedua pemerintahannya nanti, Jokowi lebih leluasa dan percaya diri. Momentum ini bisa dimanfaatkan Jokowi memper­cepat akselerasi kebijakan. Salah satu­nya adalah lewat perombakan kabinet. Pasti Jokowi menyadari, pasar dan in­vestor sedang menunggu seperti apa tim ekonomi Presiden RI mendatang.

“Ini berbeda de­ngan periode perta­ma beliau yang harus menunggu transisi pe­merintahan dari pe­merintahan Pak SBY (Susilo Bambang Yu­dhoyono). Kalau saat ini, beliau akan lebih mudah melakukan transisi dari kabinet kerja periode pertama ke kabinet kerja perio­de kedua,” jelas dia.

Terkait dengan per­ubahan kabinet, Pre­siden Jokowi dalam wawancara dengan satu majalah nasional tidak menampik ke­mungkinan itu. “Ya, mungkin banyak, wong yang dikerjakan sekarang ber­beda,” tukas dia.

Jokowi menambahkan banyak sekali yang harus dilakukan pemerintahan Jokow-Ma’ruf, lima tahun ke depan. “Tetap melanjutkan pembangunan in­frastruktur, penyederhanaan regulasi dan kelembagaan, serta pembangunan sumber daya manusia,” papar dia.

Menyinggung soal evaluasi menteri, Erwan menyatakan memang harus dari sekarang menteri yang dianggap men­jadi beban atau kebijakannya kontro­versi mulai dievaluasi. Para menteri di bidang ekonomi yang pertama harus dievaluasi. Ini penting agar pasar me­respons dengan positif.

“Dugaan saya yang akan dirombak menteri-menteri ekonomi, perdagangan, investasi, dan bidang-bidang yang men­dukung pengembangan industri dan penciptaan lapangan kerja,” katanya.(Koj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here