Home Ekonomi Hindari Jebakan Kelas Menengah, Menkeu Ungkap Peningkatan Kualitas SDM Jadi Kunci

Hindari Jebakan Kelas Menengah, Menkeu Ungkap Peningkatan Kualitas SDM Jadi Kunci

0
SHARE
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Matanurani, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani paparkan beberapa tantangan bagi Indonesia dalam mencapai pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di masa datang. Selain adanya output gap, ketidakpastian situasi ekonomi global, permasalahan demografi dan transformasi ekonomi, tantangan yang perlu diperhatikan adalah adanya middle income trap atau perangkap pendapatan kelas menengah.

“Indonesia harus mampu escape dari middle income trap. Itu kondisi di mana negara berada di tingkat pendapatan menengah dan tidak naik ke high income. Jangan sampai kita lama sekali berkembang ke atas,” ungkap Menteri Sri di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (29/4)  kemarin.

Faktor yang membuat suatu negara mandeg di level pendapatan menengah, tambah Menteri Sri, diantaranya adalah sumber daya manusia dan institusi yang tidak kompeten serta infrastruktur yang tidak memadai. Sumber daya manusia jadi fokus paling penting karena sikap masyarakatlah yang akan menentukan apakah Indonesia akan naik menjadi negara berpendapatan tinggi atau terperangkap di pendapatan menengah saja.

Menkeu Sri kemudian mencontohkan beberapa negara di Asia yang berhasil keluar dari perangkap ini, diantaranya Thailand, Hong Kong, Korea dan Jepang. Indonesia dapat mencontoh negara-negara tersebut. “Karena di seluruh dunia, negara yang bisa escape dari perangkap (kelas menengah) ini tidak lebih dari 20. Sisanya, stuck,” tambahnya.(Mer).
[2:04 PM, 4/30/2019] Pak Simon: Investasi Asing Masuk Rp 107 T, Terbanyak dari Singapura dan China

Matanurani, Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke Indonesia sepanjang 3 bulan pertama di 2019 atau triwulan pertama mencapai Rp 107,9 triliun. Modal asing yang masuk didominasi oleh 5 negara.

Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani memaparkan, negara yang berinvestasi paling banyak di Indonesia adalah Singapura dan RRT atau China.

“Dapat kami sampaikan capaian realisasi investasi berdasarkan negara asal bahwa 5 investor terbesar di Indonesia ini berasal dari Singapura US$ 1,7 miliar atau 24%, RRT US$ 1,2 miliar atau 16,1%,” kata dia dalam konferensi pers di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/4).

Selanjutnya disusul oleh Jepang US$ 1,1 miliar atau 15,8%, Malaysia US$ 0,7 miliar atau 9,8%, dan Hong Kong US$ 0,6 miliar atau 8,1%.

PMA ini paling banyak masuk ke Jawa Barat US$ 1,7 miliar, DKI Jakarta US$ 1 miliar, Jawa Tengah US$ 0,8 miliar, Banten US$ 0,5 miliar, dan Kepulauan Riau US$ 0,5 miliar.

Sementara sektor usaha yang paling diminati oleh asing adalah transportasi, gudang dan telekomunikasi senilai US$ 1,6 miliar, listrik, gas dan air US$ 1,5 miliar, perumahan, kawasan industri dan perkantoran US$ 1 miliar, pertambangan US$ 0,6 miliar, dan industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya US$ 0,6 miliar. (Det).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here