Home Benny's Wisdom Benny Pasaribu: Hanura Akan Terus Memperkuat Ketokohan dari Daerah Sampai Nasional

Benny Pasaribu: Hanura Akan Terus Memperkuat Ketokohan dari Daerah Sampai Nasional

0
SHARE

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pekanbaru Riau, yang akan dibuka Presiden Jokowi pada Selasa Besok (8/5).

Ketua Panitia Rakernas, Benny Pasaribu mengatakan Rakernas akan merumuskan program kerja partai Hanura terutama untuk mensukseskan Pemilu 2019, Pileg dan Pilpres. Dan secara konsisten mendukung Jokowi menjadi Presiden pada periode mendatang 2019-2024.

Berikut wawancara matanurani dengan Benny Pasaribu, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Hanura di Pekanbaru, (7/5).

 

Apa Agenda utama dari Rakernas Partai Hanura?

Rakernas kali ini kita akan merumuskan program kerja partai Hanura terutama untuk mensukseskan Pemilu 2019, Pileg dan Pilpres. Merumuskan strategi untuk pemenangan Pemilu 2019 juga Pilkada serentak

Apakah Rakernas ini juga akan menguatkan kembali komitmen untuk mendukung pasangan Capres dan cawapres atau mengusulkan cawapres?

Betul, jadi partai Hanura memang dari awal mulai 2014 juga sampai sekarang konsisten mendukung Jokowi menjadi Presiden juga pada periode mendatang 2019-2024.

Pekerjaan Rumah Partai Hanura kan konsolidasi sebelum pemilu yang akan datang. Bagaimana konsolidasi internal dilakukan?

Ada 3 agenda pokok Partai Hanura, pertama kita ingin memastikan bahwa seluruh kader partai Hanura ini dari pusat sampai ke daerah dapat betul-betul memahani ideologi, visi- misi dan doktrin Partai Hanura yang tentu saja berbasis pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang sering disebut dengan 4 pilar, dengan thema membangun daerah untuk Indonesia beradab.

Kedua, kita ingin memastikan kader-kader Hanura dari pusat sampai daerah itu sudah alert (waspada) dan mengaktifkan struktur dan jaringan Partai, kembali dari pusat, PAC, dan ranting hingga anak ranting

Ketiga, memastikan sejumlah tokoh dan kader Partai Hanura ini baik untuk legislatif maupun eksekutif, dimasa yang akan datang baik dari tingkat pusat sampai di tingkat kabupaten itu betul-betul siap untuk menghadapi pemilihan legislatif maupun Pilpres nanti.

Beberapa waktu lalu, Partai Hanura sempat pecah menjadi dua kubu, kemudian sekarang adalah Rakernas pertama setelah konflik itu. Di internal Partai Hanura sendiri sudah sejauh mana konsolidasi dan rekonsiliasi dilakukan?

Kita semua ini kan orang berteman, tetapi terus terang memang hampir semua partai tidak terkecuali kalau dalam proses Pilkada itu selalu ada saja pemecatan, terutama pengurus-pengurus atau kader yang mbalelo, kadang sampai pada mulai pencalonan, calon Bupati, Walikota, Gubernur, kadang ada saja pengurus pusat dan pengurus daerah yang main sendiri dan tidak sejalan dengan keputusan dengan DPP dan saya kira biasa itu di semua Partai sampai ada pemecatan. Cuma, entah kenapa ini diangkat seolah-olah menjadi isu besar, nah tapi kita tetap membuka semua peluang supaya kita bersatu kembali

Bukankah kondisi itu mempengaruhi elektabilitas Partai Hanura dimata masyarakat?, Dan jadi  PR berat juga untuk Hanura karena dari sejumlah lembaga survei menempatkan Hanura kurang beruntung pada Pemilu 2019 mendatang?, Lalu apa strateginya?

Kalau surveinya partai tentu saja ini partai yang jumlah anggota dewannya cuma sedikit.  Jadi praktik-praktik sampe ke rakyat itu ya  tidak terjangkau dibandingkan dengan partai yang anggota legislatifnya sedikit. Kalau turun ke daerah bisa juga meledak daerah, juga di tingkat provinsi dan kabupaten, hingga kurang mensosialisasikan partai.

Tapi, itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan konflik ini.

Nah tentu kalau kelihatannya itu strategi partai ini kita akan memperkuat dibasis tokoh , baik di provinsi, sampai kabupaten, dan mudah-mudahan tokoh yang berasal dari rakyat, datang dari rakyat dan disenangi rakyat dan mempunyai pengaruh di society di lingkungannya, saya kira itu strategi yang paling elegan dan pas.  Dan efektif untuk mengkompensasi kurangnya popularitas atau elektabilitas partai

Jadi memperkuat ketokohan di daerah sampai nasional?

Di tingkat nasional kan cukup banyak tokoh-tokoh kita, mulai dari pak Wiranto, Oesman Sapta, Moeldoko dan beberapa anggota DPD RI. Di tingkat provinsi juga demikian, kita coba melakukan pendekatan-pendekatan.

Sebetulnya berapa target suara yang dicanangkan oleh Partai Hanura?

Tahun 2014 itu Hanura memperoleh 6,5 juta suara , itu sekitar 5,26 persen. Jika itu kita dobel saja menjadi 12 juta suara saya kira masih cukup realistis, atau aik 50 persen.

Ketokohan ini memang banyak masuk di Hanura, jadi kalau ada satu, dua dan tiga yang pergi, kemudian lebih banyak yang masuk dan yang baru, saya kira ini sangat realistis dalam perhitungan kami sehingga Hanura bisa masuk paling tidak dalam partai menegah.

Tentu ini dengan kerja keras, dengan tokoh-tokoh yang mumpuni dan semua jaringan partai sampai ke daerah, PAC nya , rantingnya dan semua berfungsi dan bekerja keras . Karena terus terang selama ini PAC baru sekitar 40 persen yang terbentuk, dan ranting itu masih sedikit , tapi sekarang sudah hampir 100 persen PAC terbentuk , kemudian ranting dan anak ranting ini sudah diatas 50 persen. Nah kalau ini bisa kita kejar lagi 75 persen ranting dan anak ranting artinya, dari 80 ribu desa saya kira peluang untuk 12 juta suara itu mudah-mudahan bisa tercapai.

Jadi targetnya 12 juta suara?

Ya

Tantangan Partai Hanura itu Konflik Internal dan Popularitas yang sudah menurun. Ketika Anda mentargetkan 12 juta suara apa upaya maksimal yang dilakukan selain memaksimalkan peran tokoh-tokoh nasional ataupun daerah?

Pertama kita tetap mengajak dan membuka pintu kepada kawan-kawan yang mendapat teguran dan di dalam kepanitiaanpun di Rakernas ini masih mix, bahwa ada dipihak sana yang masuk dalam kepanitiaan kita, dan saya kira saat mulai pencalegan itu bulan Juli juga akan ketahuan siapa yang tinggal di dalam dan siapa yang pergi . Nah dari bulan Juli itu kita masih cukup waktulah untuk konsolidasi dan penguatan untuk bisa bergerak lebih cepat dan bekerja keras untuk merebut simpati warga masyarakat atau pemilih.

Untuk mendorong suara Hanura akan mendorong tokoh-tokoh nasional untuk Pemilu Legislatif?

Ya kita memang memiliki tokoh nasional yang sudah berkiprah di senayan, di DP RI maupun di DPD RI. Dan yang kedua sisten pencalegan kita sekarang ini, kalau dulu banyak di drop dari pusat, sekarang kita ingin melihat ke tokohan daerah . Nah ketokohan daerah ini bisa mengumnpulkan suara di daerah itu ke pusat, di DPR RI. Hingga kita coba seleksi tokoh-tokoh dari daerah dan demikian juga mulai dari kabupaten sampe ke provinsi , itu kita lihat masing-masing ke tokohan ini akan kita beri tempat untuk pencalegkannya, saya kira seleksi caleg ini justru sangat penting.

Yang kedua soal partai dengan ketokohan harus bisa dalam dunia modern sekarang ini yang sudah mulai tergeser karena pemilih kita semakin rasional. Karena tokohnya itu-itu saja, puluhan tahun dan berulang-ulang barangkali bisa juga  apalagi generasi milenial ini , kok loe lagi, loe lagi , mungkin surevei –survei ini punya pertimbangan lain ya kalau ada banyak kalimat yang kita temukan di survei, itu inovatif, kreatif untuk mencari tokoh-tokoh baru, lebih banyak lebih bagus  dari pada tokoh sentral, dan bagi perpolitikan Indonesia ke depan makin bagus.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here