Home Nasional Harta Karun’ Emas Indonesia Dibongkar Airlangga: Ekosistemnya Sudah Lengkap dari Tambang hingga...

Harta Karun’ Emas Indonesia Dibongkar Airlangga: Ekosistemnya Sudah Lengkap dari Tambang hingga Pasar

0
SHARE

 

Matanurani, Jakarta – Indonesia ternyata tidak hanya memiliki cadangan emas besar, tetapi juga ekosistem industri yang relatif lengkap dari hulu hingga hilir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sektor emas menjadi salah satu komoditas yang telah memiliki rantai ekosistem paling utuh dibandingkan sumber daya alam lainnya.

Hal itu disampaikan Airlangga saat meresmikan Asosiasi Pasar Bulion Indonesia atau Indonesian Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Jakarta Pusat, Kamis (20/8).

Menurutnya, pembentukan IBMA menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem tersebut agar semakin terintegrasi, efisien, transparan, dan berdaya saing.

“Jadi ini sebuah ekosistem yang luar biasa. Salah satu yang menjadi tantangan memang mengenai perpajakan. Untuk ETF, kemarin secara substantif, kebijakan diharapkan menempatkan Electronic Custody sebagai efek dan kebijakan PPh yang mendukung ekosistem bullion,” tegasnya.

Airlangga mengatakan Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, tetapi tidak semuanya telah memiliki ekosistem lengkap.

Berbeda dengan emas yang menurutnya telah mencakup pertambangan, refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, produk keuangan termasuk Exchange-Traded Fund (ETF), perdagangan, industri perhiasan hingga infrastruktur pasar.

Industri perhiasan bahkan telah memiliki sentra tersendiri di Surabaya, Jawa Timur.
Kelengkapan mata rantai tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengembangkan pasar bullion nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah emas di dalam negeri.

Empat Agenda Strategis

Airlangga menegaskan penguatan tata kelola dan daya saing ekosistem bullion harus menjadi agenda prioritas.

Pertama, pemerintah mendorong arsitektur pasar emas yang terintegrasi, meliputi kegiatan usaha bullion, refinery, dan manufaktur, perdagangan fisik, bursa komoditas, ETF emas, kliring hingga settlement.

Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang mulai berjalan 1 Januari 2027 diarahkan untuk memperkuat price discovery dan membentuk Indonesia Reference Price.

Kedua, standar, data dan traceability perlu diperkuat melalui gold registry, Indonesia Gold Traceability System, kajian rantai pasok, standardisasi Responsible Gold, serta database, dan statistik industri.

Ketiga, IBMA didorong menyusun policy issue map berdasarkan urgensi, dampak ekonomi, keterkaitan hulu-hilir dan alternatif penyelesaian agar hambatan regulasi dapat diatasi lebih cepat dan terukur.

Keempat, penguatan edukasi, literasi, dan positioning internasional. IBMA diharapkan membangun signature conference/expo berskala internasional yang menjadi ikon asosiasi dan digelar secara berkala.

IBMA Jadi Penghubung
IBMA dibentuk untuk mendorong pasar bulion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri nasional.

Airlangga menambahkan, Pemerintah berharap dengan kehadiran IBMA dapat memperkuat koordinasi yang dibangun sejak awal menuju proses bulion yang berkesinambungan dari hulu dan hilir.

“Saya tentu berharap bahwa seluruh stakeholder nantinya bisa mengikuti 11 founding members untuk memperkuat IBMA sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan ekosistem yang telah terbentang dari tambang hingga pasar, tantangan Indonesia kini bukan lagi sekadar menghasilkan emas, melainkan memastikan seluruh rantai nilainya terintegrasi sehingga mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat pasar keuangan, dan mengangkat posisi Indonesia sebagai pusat bullion kawasan. (Ini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here