Home Benny's Wisdom Dr Benny Pasaribu: ‘Ada 3 Kunci Keberhasilan Pengembangan Pariwisata di Indonesia”

Dr Benny Pasaribu: ‘Ada 3 Kunci Keberhasilan Pengembangan Pariwisata di Indonesia”

0
SHARE
Seminar Nasional "Ekspektasi Pengembangan Pariwisata dan MICE Nasional 2045”

Matanurani, Yogyakarta – Sebagai salah satu industri andalan tanah air dan motor penggerak perekonomian negara, sektor Pariwisata perlu dikembangkan sebagai industri prioritas. Pariwisata berpotensi menjadi penyumbang devisa terbesar dibanding ekspor komoditas lainnya.

Sementara ini pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata adalah tertinggi, yaitu 13 %, dibandingkan dengan industri minyak gas bumi, batubara, minyak kelapa sawit yang pertumbuhannya stagnan.

Dari sisi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia, jumlahnya terus meningkat dari 10 juta orang tahun 2015 ditargetkan menjadi 20 juta orang pada tahun 2019.

Selain itu, pariwisata merupakan pencipta lapangan kerja dengan biaya paling murah dibanding sektor lainnya yaitu sekitar US$ 5.000/ satu pekerjaan, dibanding rata-rata industri lainnya sebesar US$ 50.000/ satu pekerjaan.

Dampak tumbuhnya pariwisata juga mempercepat tumbuhnya sektor-sektor lain seperti industri kreatif, industri seni budaya, dan kuliner, serta industri pedesaan dan pertanian, dsb.

“Karenanya, pemerintah daerah diharapkan lebih fokus mendukung industri pariwisata di daerah,” kata Benny saat Seminar Nasional bertajuk “Ekspektasi Pengembangan Pariwisata dan MICE Naional 2045, di Yoyakarta, Senin (15/5) yang dihadiri hampir 2000 orang mahasiswa dan akademisi bidang Pariwisata.

Menurut Benny, ada setidaknya tiga kunci keberhasilan pengembangan Pariwisata di Indonesia.

Pertama, pendidikan dan vokasi kepariwisataan sangat penting dikembangkan untuk meningkatkan mutu SDM di seluruh daerah pariwisata. Kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya bagi pemandu dan pelayan pariwisata harus terus ditingkatkan.

Kedua, Aksesibilitas ke lokasi wisata dan fasilitas lainnya harus dibangun pada masing-masing destinasi, seperti jalan, bandara, listrik, toilet umum, perhotelan, dan kuliner

Ketiga, hospitaliti dan keramahtamahan penduduk lokal harus dikembangkan sebagai daya tarik (attractions) dengan pelayanan dari hati dan ketulusan.
Disamping itu, agenda atau even tingkat daerah, nasional, dan internasional perlu terus diperbanyak dengan standar mutu yang baik.

Selanjutnya, Benny Pasaribu juga berharap agar Kementerian Pariwista tidak merasa cukup dengan kegiatan promosi hingga keluar negeri. Hal itu penting tetapi hal lebih penting adalah pembangunan destinasinya yang masih jauh tertinggal. Kita khawatir para wisman tidak akan tertarik datang kembali dan bahkan lamanya kunjungan pun bisa lebih singkat.

“Oleh karenanya, prioritas harus diberikan pada pembangunan destinasi seperti aksesibilitas, amenitas, sumberdaya manusia, dan budaya keramahtamahan dari warga masyarakat setempat,” pungkas Benny Pasaribu, Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) itu.

(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here