Home Nasional Investor Tiongkok Bangun Industri Terpadu di Medan Rp 99 Triliun

Investor Tiongkok Bangun Industri Terpadu di Medan Rp 99 Triliun

0
SHARE

Matanurani, Beijing – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menghadiri acara penandatanganan MoU antara Indonesia Best & Grow Investment Group dengan Shenzhen Qixin Construction Group Co.Ltd di Beijing, Cina, Sabtu, (13/5).

Kerja sama strategis ini untuk pengembangan kawasan industri terpadu, Golden Integrated Industrial Port Estate (GIIPE) di Medan, Sumatera Utara dengan perkiraan nilai proyek sebesar 7,4 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp99 triliun.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan telah  memberikan rekomendasi dan dukungan terhadap pengembangan kawasan GIIPE. Menurutnya, kawasan industri bisa menjadi ujung tombak untuk menarik investasi dan melihat perkembangan industri yang ekspansi di Indonesia.

“Kami juga telah mengumpulkan perusahaan pengelola kawasan industri agar terus meningkatkan daya saing melalui pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung bagi kebutuhan industri,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), Dr Benny Pasaribu mengapresiasi langkah investor Tiongkok bangun industri terpadu di Medan.

Benny menyebutkan sejumlah langkah sejatinya telah diambil oleh Presiden Jokowi untuk mempermudah Investasi masuk ke Indonesia. Infrastruktur jalan, tol, dan bandara sangat pesat pembangunannya.

Di Sumatera Utara sudah berjalan Bandara Kualanamu, sekarang sedang dibangun jalan Tol medan-Kualanamu-Tebing Tinggi-Kualatanjung, yang akan diteruskan sampai ke Parapat. Pembangunan lokasi investasi telah mencapai lebih dari 14 Kawasan Industri, termasuk di Percut dan Sei Mangke di Sumatera Utara.

Pemerintah juga sedang membangun berbagai sarana/ prasarana industri, seperti pipanisasi gas, listrik, dan jaringan broadband yang lebih luas. “Kita berharap investor China bisa merealisasikan rencana investasinya di Sumatera Utara sehingga terbuka sumber pertumbuhan ekonomi yang baru, kota baru, lapangan kerja baru, sumber devisa baru, dan sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar Medan,” kata Benny.

Selanjutnya,  menurut Benny semua stakeholders, terutama Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten/ kota terkait agar mendukung masuknya investor dari China tersebut.

“Kita perlu lebih mempermudah masuknya investasi ke dalam negeri karena persaingan antarnegara semakin ketat dalam bentuk tawaran kemudahan dan insentif yang lebih bagus. Dan kitta tidak boleh kalah bersaing dalam menarik investasi”, pungkas Benny.

Sementara itu, Komisaris Best & Grow Investmen, Ishak Charlie memaparkan berbagai keunggulan berinvestasi di kawasan industri GIIPE yang berlokasi di Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara. “Letaknya sangat strategis, 16 KM dari pusat Kota Medan, 3.5 KM dari Bandara Internasional Kuala Namu, 9.5 KM dari pelabuhan Belawan,” ujarnya.

Seperti diketahui, GIIPE akan menempati lahan seluas 2.000 Ha dan masih akan melakukan ekspansi lahan seluas 1.000 Ha. Project GIIPE terbagi dalam Power Plant seluas 200 Ha, Seaport seluas 200 Ha, Industrial Estate seluas 1.000 Ha, Residential seluas 200 Ha, Cruise Port, Golf & Palm Resot seluas 100 Ha, Central Business District seluas 300 Ha, dengan nilai total investasi USD 7.438.000.000.

GIIPE sebagai pusat pengembangan industri baru di Kota Medan akan mendorong aktivitas perekonomian di Sumatera Utara pada khususnya, dan di Indonesia pada umumnya. Adanya pelabuhan laut dalam kawasan ini akan meminimalkan biaya logistik yang biasanya terjadi karena jauhnya akses kawasan industri dari pelabuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here