Matanurani, Jakarta – Bila dibandingkan dengan negara-negara produsen teh, produktifitas teh nasional cenderung masih rendah yakni baru sekitar 1200-1300 kg per ha, padahal optimalnya 2.500 kg
Direktur Industri Minuman Kementerian Perindustrian, Willen Petrus Riwu mengatakan faktor yang menjadikan produktifitas teh mengalami penurunan salah satunya adalah lahan perkebunan teh yang berkurang setiap tahunnya dengan rata-rata 2.000 ha per tahun.

“Lahan perkebunan teh berkurang setiap tahunnya dengan rata-rata 2.000 ha per tahun,” kata Willem dalam Fokus Group Diskusi (FGD) bersama Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di Jakarta, Senin (14/8).
Selain itu menurut Willem, disamping banyaknya tanaman teh yang sudah tua, produktifitas teh yang menurun juga dipengaruhi oleh mesin dan peralatan industri pengolahan teh yang sudah tua dan rusak.

“Banyaknya tanaman teh yang sudah tua juga penyebab kualitas teh yang dihasilkan dari perkebunan menurun,” kata Willem.
Hal yang sama juga disampaikan Dirut PT KPBN (Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara), Iriana E Muazd. Menurut dia produktifitas teh masih dihadang oleh beragam masalah.

“Substitusi teh sebagai minuman makin banyak, peta persaingan telah berubah, ketergantungan yang besar pada pasar Eropa, entry barier yang rendah di pasar dalam negeri, kurangnya inovasi, dan branding teh Indonesia yang lemah baik di dalam maupun luar negeri,” ungkap Iriana.
Sementara Ketua Umum Asosiasi Teh Indonesia Dede Kusdiman yang juga Vice Presiden Plant PTPN VIII mengatakan untuk meningkatkan produktifitas teh butuh standarisasi proses pengolahan dan mesin-mesin pabrik dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas teh dalam negeri.
“Saya lihat secara keseluruhan produktifitas teh perlu ditingkatkan dengan menstandarisasi proses pengolahan dan standarisasi mesin pabrik,” tukasnya.
Dia juga mengingatkan selain membuat jenis teh sesuai permintaan pasar, pengembangan industri hilir teh juga sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas teh dalam negeri seperti yang dilakukan PTPN VIII. (Smn).





































