Matanurani, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Sri Anifah Hj Aman di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi bersama Menlu Malaysia membahas kerja sama perdagangan dan investasi yang terjalin antara kedua negara.
“Malaysia merupakan salah satu mitra yang paling besar untuk perdagangan dan investasi. Presiden menyampaikan kepada Menlu Malaysia, nilai perdagangan dari Indonesia ke Malaysia tengah menurun karena efek dari turunnya harga komoditas global. Jadi, sebenarnya kalau dilihat dari volume terjadi kenaikan, tetapi kalau dari nilai terlihat ada penurunan. Di tahun 2016 angka perdagangan bilateral kita sudah hampir mencapai USD15 miliar,” jelas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai pertemuan.
Pada kesempatan ini, lanjut Retno, kedua negara juga membahas soal kolaborasi industri kelapa sawit dengan posisi sebagai dua negara terbesar penghasil komoditas tersebut.
“Pemerintah akan berkolaborasi dengan Malaysia melalui Council of Palm Oil Producing Countries. Dengan begitu, sinergi dua negara produsen kelapa sawit ini diharapkan daya tawarnya semakin naik,” ungkapnya.
Lebih jauh, Retno mengatakan, Indonesia pun siap merespons kampanye-kampanye hitam yang terus menyerang produk kelapa sawit Tanah Air di negara lain dengan menunjukkan penelitian-penelitian yang relevan.
“Dari Indonesia sudah menyiapkan banyak sekali hasil riset yang akan kita gunakan untuk melakukan counter kampanye-kampanye hitam. Kalau itu kita lakukan berdua dengan Malaysia kita yakin dampaknya akan lebih optimal,” tandasnya.(Ini).





































