Home News Seperti Apa Orientasi Politik Generasi Milenial di Pemilu 2019?

Seperti Apa Orientasi Politik Generasi Milenial di Pemilu 2019?

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pengamat dari Lembaga Charta Politika, Muslimin, mengatakan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS), jumlah populasi generasi milenial diprediksikan pada gelaran Pemilu 2019 ada sekitar 47 – 50 persen pemilih muda.

“Dari 268 jutaan dari situ ada 84 jutaan pemilih di tahun 2019 yang dikategorikan dalam generasi milenial. Sungguh dahsyat, ada 47 – 50 persen pemilih kita dari generssi milenial,” terangnya dalam diskusi yang digelar Himpunan Jurnalis Indonesia di Jakarta, Sabtu (28/10).

Kemudian Muslimin mengkategorikan para generasi now itu dengan analogi 4C yakni Criticisme, Chek, Communicatif dan Community.

Yang pertama criticisme atau kritis. Menurut Muslimin generasi millenial merupakan masyarakat yang kritis. Kemudian Chek and balance dalam artian selalu menginginkan perubahan.

“Mereka (generasi millenial) juga komunikatif, beberapa riset diluar negeri menunjukan masyarakat milenial menyukai komunikasi dua arah,” katanya.

Jadi, sambung Muslimin, parpol tidak bisa terus memberikan kampanye yang monolog, harusnya sekarang parpol memberikan kampanye yang bisa membuat mereka penasaran.

Kemudian yang keempat, kata Muslimin perilaku mereka ber-comminity, makanya tren sekarang banyak volunter-volunter yang fokus pada satu isu. Muslimin mencontohkan seperti volunter isu HAM, isu hukum, isu lingkungan dan lain sebagainya.

“Jadi ini adalah pasar yang sangat besar yang pemilihnya sangat banyak dan belum ‘dimiliki’ oleh parpol,” jelasnya.

Selanjutnya Muslimin menerangkan kriteria pemimpin yang diinginkan pemuda. Sekarang yang diinginkan generasi millenial tentunya figur-figur yang terbuka, figur sederhana tapi mempunyai harapan atau yang membawa harapan serta tipe pemimpin-pemimpin yang egaliter.

“Ternyata memang kenapa kemudian banyak kepala daerah yang meninjol adalah pemimpin yang dipilih dari pemuda. Sebut saja Ridwan kamil, Azwar Anas lalu Jokowi dahulu juga banyak dipilih dari generasi ini,” ungkapnya.

“Jadi kedepan figur sangat menentukan,” tambahnya.

Sehingga Muslimin menyebut tantangan Parpol kedepannya ialah bagaimana mengemas isu-isu yang mengena kepada generasi milenial.

“Itulah mengapa saya katakan mereka akan menjadi penentu,” tutupnya. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here