Home News Pandemi Global Kembali Naik, Jokowi Minta Hati-hati Hadapi Libur Nataru

Pandemi Global Kembali Naik, Jokowi Minta Hati-hati Hadapi Libur Nataru

0
SHARE
Anak-anak bermain sepeda di depan spanduk gerakan pencengahan COVID-19 di Desa Ilie Ulee Kareng, Banda Aceh, Aceh, Selasa (22/6/2021). Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh menyebutkan sebanyak 1.831 anak di Provinsi Aceh terkomfirmasi positif COVID-19 dan 21 orang di antaranya meninggal dunia. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.

Matanurani, Jakarta — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat berhati-hati dalam menghadapi libur natal dan tahun baru (Nataru) 2022.
Budi mengatakan, hal itu disampaikan menyusul kondisi pandemi global Covid-19 yang mulai kembali naik.

“Tadi di rapat terbatas (ratas) kami sampaikan kondisi pandemi global. Kita tahu Eropa kasus konfirm semua naik, sehingga arahan pak presiden kita harus hati hati dan waspada terutama nataru,” kata Budi dalam konferensi pers, Senin (22/11).

Budi mengakui, di beberapa negara yang pernah terkena varian Delta, banyak yang belum mengalami lonjakan kasus. Misalnya, India, Afrika, Maroko dan termasuk Indonesia.

“Afrika Selatan pernah kena Delta juga sekarang landai sudah 134 hari. Indonesia 124 hari, Moroko 101 hari dan Jepang 86 hari,” kata dia.

Namun, Budi mengingatkan, di negara-negara Eropa saat ini kasus kembali naik karena varian Delta dan turunannya. Sehingga ia mengingatkan untuk tetap waspada.

Apalagi, kata Budi, jika melihat kondisi Sri Lanka saat ini mengalami puncak pandemi akibat varian Delta.

“Kita juga lihat satu negara Sri Lanka yang sudah peak kena Delta sekarang mulai ada kenaikan,” ujarnya..

“Semua gerakan atau kejadian kasus di negara negara luar negeri ini kita pelajari dengan ketat, kita awasi dengan ketat dan kita laporkan ke bapak presiden agar membuat kita tetap waspada. Terutama di masa nataru ini,” imbuhnya.

Kasus Meningkat di 19 Daerah
Sebanyak 19 kabupaten/kota dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan kasus konfirmasi virus corona (Covid-19). Oleh karena itu, pemerintah bakal mengawasi ketat daerah-daerah tersebut, khususnya pada masa libur Nataru.

Menkes Budi mengatakan, dari 19 daerah itu, tiga di antaranya adalah Fakfak, Purbalingga, dan Lampung Utara.

“Kurang lebih 19 kabupaten/kota yang kita monitor secara ketat, kita surveilans secara ketat, karena ada kenaikan kasus walau masih kecil, lebih dari dua minggu,” ujar Budi.

Menurut Budi, tingkat kedisiplinan 19 kabupaten/kota itu dalam melaksanakan testing dan tracing mulai menurun. Hal ini yang membuat 19 daerah itu mengalami peningkatan kasus.

Oleh sebab itu, Budi mendorong para kepala daerah di kawasan-kawasan itu untuk terus disiplin dalam melaksanakan tracing dan testing.

“Jadi testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing kontak erat dan melakukan testing bagi orang yang didefinisikan kontak erat sudah sangat rendah,” ujar Budi.

“Kami imbau semua pimpinan daerah agar selalu meningkatkan dan menjaga disiplin tracing dan juga testingnya. Ini sangat penting utk mencegah gelombang baru,” kata dia menambahkan.

Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali. Perpanjangan PPKM berlaku dua minggu pada 23 November hingga 6 Desember.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tren kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali membaik. Namun, PPKM tetap diperpanjang mengantisipasi lonjakan kasus jelang akhir tahun.(Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here