Home Nasional Suara Media Asing Atas Kasus Ahok Vonis Ahok, Ujian Toleransi Beragama di...

Suara Media Asing Atas Kasus Ahok
Vonis Ahok, Ujian Toleransi Beragama di Indonesia 

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Vonis dua tahun penjara terhadap kasus penodaaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menghiasi pemberitaan sejumlah media asing. Televisi Arab Saudi berbasis di Qatar, Aljazeera, memberi judul : Jakarta Governor Ahok Found Guilty of Blasphemy yang artinya kira-kira Gubernur Jakarta Ahok dinyatakan bersalah atas kasus penodaan agama. Isi beritanya menyebutkan, para demonstran anti Ahok merayakan keputusan vonis itu di luar sidang.

“Tentu saja, banyak orang di Indonesia akan mempertanyakan keputusan ini. Mereka akan bertanya-tanya seperti apa preseden ini akan dibuat untuk kasus lain, betapa mudahnya melakukan tuduhan penghujatan terhadap lawan-lawan lain. Terutama jika mereka kebetulan berasal dari minoritas di negara ini,” kata reporter Aljazeera, Step Vaessen, yang meliput di Auditorium Kementrian Pertanian.

Vaessen juga menyebut, putusan itu mengartikan toleransi beragama dipertaruhkan sehingga mungkin akan membuat lebih mempersulit kelompok minoritas agama mencalonkan diri di masa depan. “Ini akan membuat sulit untuk menyampaikan pidato, orang harus lebih berhati-hati terhadap kata-kata yang mereka gunakan. Karena tampaknya cukup mudah untuk menghadapi risiko dituduh dan mendapatkan vonis hukuman sekarang,” kata Vaessen.

Media lain seperti kantor berita Prancis, AFP, memberitakan Ahok yang di adili karena tuduhan mengina Islam saat kampanye pencalonan Gubernur DKI Jakarta, dalam sebuah kasus yang menurut para kritikus bermotif politik.

Pengadilan itu, seperti yang diberitakan Channel News Asia, terjadi setelah serangkaian demonstrasi besar di ibukota melawan sang gubernur, yang mendorong ratusan ribu orang ke jalan-jalan.

Sementara kantor berita Inggris Reuters membuat judul yang menonjolkan agama alias rasis : Gubernur Jakarta yang beragama Kristen dipenjara karena menghina Islam. Reuters memberitakan, pemerintah Indonesia telah dikritik karena tidak berbuat cukup dalam melindungi kelompok minoritas agama. Namun Presiden Joko Widodo, yang disebut media ini sebagai sekutu utama Ahok, meminta semua pihak menghormati proses hukum.

Media ternama Amerika Serikat (AS), CNN, mengangkat judul: Jakarta Governor Ahok Found Guilty in Landmark Indonesian Blasphemy Trial. Media ternama AS tersebut menuliskan Ahok dinyatakan bersalah atas penodaan agama dalam persidangan yang dipandang sebagai tes atas toleransi beragama di Indonesia. “Politisi Kristen China kontroversial tersebut di adili sejak Desember atas tuduhan bahwa dia menghina Islam saat berkampanye untuk mempertahankan perannya. Gubernur Jakarta itu membantah tuduhan tersebut,” demikian ditulis CNN pada situs web, kemarin.

Media asing The Guardian memberitakan, vonis Ahok dengan mengangkat judul: Jakarta Governor Ahok Found Guilty of Blasphemy, Jailed For Two Years. Media Inggris itu menyebut vonis Ahok sebagai vonis mengejutkan. “Vonis mengejutkan ini keluar setelah kelompok-kelompok Islamis garis keras menyerukan agar Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dipenjara karena menyinggung sebuah ayat dari Alquran,” demikian ditulis The Guardian.

Begitu pula pandangan media-media asing lainnya, seperti media Malaysia, The Star dan media Singapura, Straits Times, yang juga mengangkat judul serupa Jakarta Governor Ahok Found Guilty of Blasphemy, Sentenced to 2 Years’ Jail.

Media Australia, Sydney Morning Herald (SMH) mengangkat judul: Jakarta’s Christian Governor Ahok Jailed For Two Years For Blasphemy. Di situs media ini, berita tersebut masuk dalam berita terpopuler. Dalam laporannya, media Australia ini menyebut, vonis pengadilan sebagai ujian untuk toleransi beragama yang sangat dibanggakan di Indonesia. “Menggagalkan Ahok untuk terpilih kembali dan memicu ketegangan sektarian di seluruh Indonesia,” tulis SMH, mengulas kegagalan Ahok dalam pilkada DKI Jakarta dan kini dipenjara dalam kasus perkara penistaan agama.

Begitu juga media Inggris, BBC, mengangkat judul: Jakarta Governor Ahok Found Guilty of Blasphemy. Dalam ulasannya, media ini juga memandang, kasus Ahok sebagai ujian toleransi beragama di Indonesia. Selain mengulas soal vonis hakim, BBC juga menyoroti perkara Ahok yang tak lepas dari video yang dianggap telah di edit yang kemudian memicu kemarahan umat Muslim.

Tak ketinggalan, media besar Amerika Serikat, New York Times, ikut serta memberitakan vonis penjara Ahok. “Christian Governor in Indonesia Found Guilty of Blasphemy Against Islam,” demikian judul media AS ini. Sama seperti media asing lainnya, New York Times juga menyebut, kasus Ahok sebagai ujian toleransi beragama dan kebebasan berbicara di Indonesia. “Penghujatan adalah sebuah kejahatan di Indonesia, sebuah demokrasi sekuler dengan populasi Muslim terbesar di dunia,” ulas media Amerika ini.

Ahok menjadi terdakwa perkara penodaan agama setelah video pidatonya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, ketika dia menyebut adanya pihak yang menggunakan Alquran Surat Al Maidah 51 untuk membohongi, beredar, dan memicu serangkaian aksi besar dari organisasi – organisasi massa Islam.

Ahok menyatakan akan mengajukan banding terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara tersebut. (Ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here