Home Nasional Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 per USD, Harga Emas Masih Sulit Turun

Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 per USD, Harga Emas Masih Sulit Turun

0
SHARE

 

Matanurani, Jakarta – Ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp19.000 per USD diperkirakan tidak hanya berdampak pada biaya impor dan inflasi, tetapi juga berpotensi menahan penurunan harga emas di pasar domestik.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, memprediksi rupiah masih menghadapi tekanan berat akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).

“Kalau gejolak geopolitik masih terus berlangsung, kemudian spekulasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dan bahkan menaikkan suku bunga, di akhir Juni ini rupiah kemungkinan besar akan berada di level Rp19.000 per dolar AS,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (8/6).

Untuk perdagangan sepekan ke depan, periode 8-12 Juni 2026, Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp17.950 hingga Rp18.250 per USD.

Menurutnya, faktor utama yang saat ini membebani mata uang Garuda adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Situasi memanas setelah serangkaian serangan yang melibatkan AS dan Iran memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan, khususnya di sekitar Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi meningkatkan harga energi global dan memicu perpindahan modal investor ke aset-aset yang dianggap lebih aman.

“Gencatan senjata antara AS dan Iran kemungkinan besar tidak akan berumur panjang karena AS sendiri mengatakan pangkalan-pangkalan udara mereka di Timur Tengah mengalami kerusakan berat,” ujar Ibrahim.

Di tengah tekanan terhadap rupiah, harga emas dunia diperkirakan masih bergerak fluktuatif. Secara teknikal, Ibrahim menyebut harga emas memiliki area support di level USD4.264 per troy ons dan support berikutnya di USD4.153 per troy ons.

Sementara itu, apabila menguat, harga emas dunia berpotensi menguji level resistance USD4.384 per troy ons dan resistance berikutnya di USD4.560 per troy ons.

Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan akan menjadi faktor yang menahan koreksi harga emas di pasar domestik.

Dengan kata lain, penurunan harga emas dunia belum tentu langsung diteruskan menjadi penurunan harga emas dalam negeri karena nilai tukar rupiah yang lebih lemah membuat biaya pembelian emas berbasis dolar menjadi lebih mahal.

“Kalau seandainya melemah kembali, kemungkinan besar harga logam mulia berada di sekitar Rp2.630.000 per gram,” kata Ibrahim.

Sementara itu, apabila harga emas global kembali menguat, harga logam mulia domestik berpotensi bergerak menuju level resistance Rp2.768.000 per gram hingga Rp2.830.000 per gram. (Aku).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here