Home Nasional Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

0
SHARE

 

Matanurani, Jakarta – Penggeledahan bekas restoran milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah oleh penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menuai sorotan.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan situasi yang tidak lazim karena melibatkan dua institusi penegak hukum.

“Sudah seperti perang antarinstansi, antar aparat, makin aneh, benar-benar gawat, kelas berat,” ujar Hendri Satrio dikutip,Kamis, (9/7).

Sebelumnya, penyidik Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah restoran Prancis de’ CLAN Signature dan Poin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Restoran tersebut merupakan bekas usaha milik Jampidsus Febrie Adriansyah.

Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan dugaan korupsi di sektor batu bara yang disebut menyebabkan blackout listrik PLN dan mengakibatkan kerugian negara mencapai sekitar Rp5 triliun.

Pada hari yang sama, rumah Febrie Adriansyah juga dilaporkan dijaga ketat oleh puluhan personel TNI setelah penggeledahan berlangsung.

Menurut Hendri, dinamika yang terjadi diyakini telah diketahui oleh Presiden. Ia bahkan menilai momentum menjelang dua tahun pemerintahan dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan, termasuk upaya pemberantasan korupsi.

“Saya yakin presiden tahu. Kelihatannya presiden memang mengambil momentum jelang dua tahun pemerintahannya untuk melakukan perbaikan di negara ini, termasuk bersih-bersih ini,” katanya.

Founder Lembaga Survei Kedai KOPI yang akrab disapa Hensa itu juga meyakini Presiden mengetahui perkembangan hubungan antarinstansi dalam penanganan perkara tersebut.

“Saya yakin antarinstansi seperti ini presiden pasti tahu. Dan kita apresiasi langkah presiden ini. Semoga korupsi memang bisa diberantas di negeri ini,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Hendri turut menyinggung pihak-pihak yang sebelumnya sempat melontarkan isu mengenai “amplop” agar bersiap menghadapi proses hukum.

“Mungkin yang bercerita tentang amplop kemarin bisa jadi mesti siap-siap tuh. Makanya baiknya mundur dulu,” pungkasnya. (Rmo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here