Home Nasional Moeldoko: HKTI DKI Jakarta Harus Jadi Problem Solver dan Buka Akses Pasar

Moeldoko: HKTI DKI Jakarta Harus Jadi Problem Solver dan Buka Akses Pasar

0
SHARE
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berkomentar soal ceramah Habib Bahar.

Matanurani, Jakarta — Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal (Purn) Dr Moeldoko, melantik pengurus DPP HKTI Propoinsi DKI Jakarta, Jumat (30/11) di JS Luwansa Hotel, Jakarta. Sesuai hasil musprov beberapa waktu yang lalu, HKTI Provinsi DKI Jakarta dipimpin oleh ketua terpilih Ir. Budi Sumadiyo, MBA.

Moeldoko dalam sambutannya berharap agar HKTI DKI Jakarta mampu menghadirkan pengurus yang kreatif dan berjiwa enterpreneur, terutama dalam memanfaatkan jaringan pemasaran produk pertanian yang ada di seluruh Indonesia.

“Saya harapkan HKTI Provinsi DKI dapat menghadirkan pengurus baru yang kreatif berjiwa enterpreneur untuk membuka pasar produk-produk pertanian dan mampu menjawab persoalan krisis lingkungan dan   pertanian di Jakarta,” ujar Moeldoko.

Moeldoko juga mengingatkan  agar  HKTI DKI Jakarta bisa menjadi etalase bagi produk-produk pertanian yang ada di seluruh Indonesia dan membangun kerjasama dengan lembaga para pengusaha dan lembaga keuangan untuk membuka akses pasar di dalam negeri maupun luar negeri.

Ketua Umum HKTI itu juga mengingatkan bahwa Jalarta boleh dibilang hampir tidak memiliki lahan pertanian. Oleh karena itu orientasi kerja HKTI bukan pada hulu (budidaya) melainkan pada hilir terutama marketing .

“Harapan saya, Anda tidak memikirkan proses on farming, tapi harus problem solver bagaimana hasil pertanian bisa dipasarkan ekspor dan menjangkau luas sebagai market place. Mulai saat ini, detik ini, bekerjalah!” tegas Moeldoko.

Menurutnya, HKTI harus bisa bertindak sebagai pemecah masalah dan pencari solusi. “Proses budidaya, proses on farming (bagaimana mengelola produk) adalah sebuah rangkaian masalah yang dihadapi petani. Pengurus HKTI harus mampu menjembatani petani dengan instansi yang memberikan solusi bagi petani,” tutur Moeldoko yang juga Kepala Staf Presiden.

Dalam sambutannya ia juga menyinggung masalah lahan pertanian yang kian memprihatinkan seiring dengan semakin berkurangnya lahan produktif yang terjadi setiap tahun.

Mantan panglima TNI itu mengemukakan, berdasarkan data, tanah produktif di Tanah Air berkurang ratusan ribu hektare per tahun. Pengelolaan lahan yang tidak ideal, seperti penggunaan pestisida, menjadi salah satu pemicu dari tingginya angka penurunan lahan produktif itu.

“Bahwa saat ini dari waktu ke waktu tanah telah mengalami penurunan jumlah dan kualitas. Rata-rata dalam satu tahun tanah produktif kita berkurang 120.000 hektare,” ungkap pria yang juga kerap disapa Panglima TANI itu.

Terkait persoalan itu, ujar dia, penggunaan teknologi dan mengubah pengelolaan bidang pertanian dengan cara modern mutlak harus dilakukan. “Untuk itu, tidak ada cara lain, intensifikasi pertanian dengam cara-cara modern dan teknologi tinggi harus dikembangkan terus menerus agar kecukupan pangan kita (Indonesia) terjaga dengan baik,” ujar dia.

Menurutnya, jalan untuk mengatasi krisis lahan dan meningkatkan produktivitas produk pertanian adalah melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. “Satu-satunya cara adalah dengan melipatgandakan produktivitas melalui tekhnologi  dan inovasi,” kata Moeldoko.

Salah satu langkah HKTI dalam mengembangkan inovasi dan teknologi untuk turut andil dalam membangun bidang pertanian adalah dengan mengupayakan pengembangan mobil listrik pertanian. Mobil ini terutama diperuntukan bagi petani di pedesaan. “ Dan dalam waktu tidak lama lagi dapat segera dioperasikan guna membantu para petani di pedesaan,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPP HKTI DKI Jakarta, Budi Sumadiyo, mengajak semua pihak untuk bekerjasama membesarkan HKTI DKI Jakarta dan mewujudkan harapan pengurus pusat HKTI dan masyarakat dalam menciptakan terobosan pasar dan advokasi serta mengatasi krisis lahan pertanian di Jakarta. “Kami mengharapakan dukungan dan kerjasama dengan pemerintah dan swasta untuk bisa berkontribusi bagi petani dan pertanian Indonesia,” ujar Budi.

Budi terpilih menjadi ketua DPP HKTI Provinsi DKI Jakarta pada acara Musyawarah Provinsi di Jakartapada acara Musyawarah Provinsi di Jakarta, 22 September 2018. Budi menggantikan ketua sebelumnya yakni Audi Tambunan. (Hkt).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here