Home Nasional Hanura Sumut: Minta Kriteria Pembagian PAP Inalum Direvisi

Hanura Sumut: Minta Kriteria Pembagian PAP Inalum Direvisi

0
SHARE
Wakil Ketua DPRD Sumut Aduhot Simamora

Matanurani, Medan РSK Gubernur Sumatera Utara No 188.44/355/KPTS/2018 tentang Formula Penghitungan Penetapan Besaran Belanja Bagi Hasil Pajak Provinsi Kepada Kabupaten-kota di Provinsi Sumut menuai protes dari Pemkab Samosir, yang hanya mendapat  Rp 5,4 miliar. Wakil Ketua DPRD Sumut Aduhot Simamora meminta, aspek potensi yang dijadikan tolok ukur pembagian direvisi dan lebih kepada aspek berkeadilan.

Demikian disampaikan Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu kepada Media, Sabtu (15/12) menanggapi protes yang disampaikan oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon di berbagai media. “Memang kita juga heran, kenapa bisa terjadi kesenjangan yang sangat mencolok. Tobasa mendapat Rp 125 miliar, Kabupaten Samosir yang justru berada di tengah danau Toba hanya mendapat Rp 5,4 miliar,” kata Aduhot.

Menurutnya, jika memang sebagaimana informasi yang diterima bahwa formulasi pembagian atas pajak air permukaan yang diterima provinsi Sumut sebesar Rp554 miliar, sebanyak 50% untuk provinsi dan 50% untuk kabupaten dan kota Se Sumut.

“Nah, dari 50% yang diperuntukkan untuk kabupaten dan kota diperuntukkan 70% untuk 7 kabupaten yang bersentuhan langsung dengan danau Toba dan 30 % lagi untuk pemerataan,” jelas Aduhot.

Menjadi pertanyaan, sebagaimana protes disampaikan Bupati Samosir dari pembagian tersebut sangat tidak adil. Untuk itu, kata Aduhot, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) untuk kembali merevisi faktor-faktor yang menjadi penentu pembagian untuk perolehan masing-masing kabupaten dan kota.

“Kalau memungkinkan, janganlah hanya aspek aliran sungai yang menjadi pertimbangan. Bagaimana kita melihat Samosir tidak memiliki potensi seperti kita maknai dari perolehan untuk Samosir Rp 5,4 miliar dan termasuk Taput yang hanya Rp 6,7 miliar, sangat tidak bisa kita terima,” katanya.

Kesenjangan atau perbedaan perolehan jumlah pembagian PAP Inalum ini sangat jauh. “Kita sangat berharap, akan ada perbaikan untuk pembagian ini. Sebab, ini sangat tidak adil,” kata Aduhot.(Pel).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here