Home Nasional Fantastis! Boy Thohir Tukar USD Setara Rp25 T Demi IDR

Fantastis! Boy Thohir Tukar USD Setara Rp25 T Demi IDR

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk(ADRO) Garibaldi Thohir  berinisiatif mengonversi sebanyak US$1,7 miliar atau setara IDR 25 T dari hasil transaksi bisnis perusahaan yang selama ini menggunakan USD, menjadi IDR.

Boy, sapaan akrab Garibaldi merincikan, US$1,7miliar tersebut, terdiri dari Royalti pajak dalam IDR, yang kurang lebih sekitar US$600 –  700mil. Lalu transaksi bahan bakar dgn PT Pertamina (Persero)sekitar US$400 – 500mil dan sisanya merupakan transaksi dengan 3 kontraktor yakni PT Saptaindra Sejati, PT Pama Persada, dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama senilai US$600 – 700mil.

Boy menyebut kebutuhan USD perusahaan dalam setahun ada di sekitar US$ 1,9 – 2 miliar.

“Penggunaan USD kami kan pada dasarnya tidak terlalu banyak, karena kami kan berorientasi ekspor. Alat2 kontraktor memang dirakit disini, tetapi komponennya kan impor,” terang Boy kepada media saat menyampaikan penjelasan aksi perusahaan melakukan konversi USD ke IDR, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (3/10) kemarin.

“Sebagian sudah bayar pakai IDR dan memang sebagian kan berhubungan sama kontrak lama harus pakai USD. Tapi mulai sekarang kami berkomitmen. Ya tidak revisi kontrak sih, tapi kami akan berdiskusi dgn mitra kami secara business to business (b to b) mengajak kalau transaksinya pakai IDR saja,” tambah Boy.

Langkah Boy ini diapresiasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang turut hadir di kesempatan yang sama. Ia mengatakan, untuk melakukan konversi dan IDR di Indonesia, didukung oleh Bank Indonesia(BI) sudah mengeluarkan Mandatory untuk transaksi dalam negeri seharusnya memang sudah memakai IDR.

“Dalam konteks ini, beberapa eksportir kita memang masih menggunakan USD untuk kewajiban mereka,” tuturnya.

Malah, bendahara negara ini semakin mendorong agar Pengusaha dan Eksportir lainnya melakukan konversi USD mereka ke IDR untuk membantu memperkuat mata uang IDR.

“Kalau tadi  disampaikan US$1,7miliar, itu berarti nilainya sangat besar untuk 1 perusahaan saja, jadi saya yakin di Indonesia banyak perusahaan2 eksportir besar yang juga bisa melakukan langkah yang sama seperti Adaro,” pungkas Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini. (Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here