Home Nasional APTRI: Bulog Lamban Serap Gula Tani

APTRI: Bulog Lamban Serap Gula Tani

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menilai Bulog lamban menyerap gula tani, sehingga petani tebu kesulitan mendapatkan modal untuk penanaman berikutnya.

Hal ini disuarakan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR dengan APTRI dan jajaran PTPN III (Holding), PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia di Jakarta, Senin (28/8).

Bendahara APTRI Sunardi Edi Sukamto mengemukakan, sekitar 350.000 ton gula tani yang saat ini tersimpan di gudang PTPN maupun RNI belum diserap oleh Bulog, sesuai hasil rapat koordinasi terbatas terkait kebijakan gula pada 15 Agustus 2017.

“Saat ini belum sama sekali. Sekitar 350.000 ton tersimpan di gudang PTPN maupun RNI,” tuturnya ditemui usai RDP.

Di sisi lain, penyerapan gula tani oleh Bulog juga mensyaratkan gula tani sesuai dengan SNI. Sementara, petani harus menunggu hingga dua minggu untuk Bulog melakukan survei kualitas gula, penyerapan, hingga pembayaran.

Petani tebu makin tertekan karena pedagang juga enggan membeli gula tani. Langkah ini menyusul hasil rakortas yang juga mengatur hanya Bulog yang dapat menjual gula dalam bentuk curah ke pasar tradisional.

Diakui Sunardi, sudah dua bulan sejak masa giling Mei kemarin, petani tebu sulit mendapatkan dana penanaman. Akibatnya, mereka tidak dapat melakukan pengolahan lahan untuk musim tanam berikutnya.

“Harga Rp9.700 yang ditetapkan itu juga masih dihitung jika terkena PPN. Sementara, setelah pembebasan PPN, seharusnya harga di tingkat petani Rp10.700 per kg,” imbuh dia.(Bis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here