Home Nasional Amran dan Rosan, 2 Menteri dengan Kinerja Terbaik Versi IndexPolitica

Amran dan Rosan, 2 Menteri dengan Kinerja Terbaik Versi IndexPolitica

0
SHARE
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

 

Matanurani, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani masuk dua besar menteri dengan kinerja terbaik dalam Government Performance Assessment yang dilakukan IndexPolitica Indonesia.

Dalam penilaian tersebut, Amran menempati posisi pertama dengan skor 91. Sementara Rosan berada di urutan kedua dengan skor 89.

Hasil tersebut menjadi perhatian karena penilaian IndexPolitica tidak hanya melihat popularitas atau eksposur seorang menteri di ruang publik. Lembaga tersebut menggunakan pendekatan berbasis bukti untuk melihat capaian dan dampak kebijakan yang menjadi tanggung jawab masing-masing kementerian.

Akademisi Universitas Esa Unggul Iswadi menilai posisi Amran dan Rosan dalam dua besar menunjukkan pentingnya melihat kinerja menteri berdasarkan hasil kebijakan yang dapat diukur.

Menurut dia, capaian sektoral menjadi salah satu indikator yang relevan untuk menilai efektivitas kerja pemerintah.

“Pak Rosan menunjukkan kinerja yang berorientasi pada hasil. Capaian investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan hilirisasi merupakan indikator konkret yang menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan memberikan dampak terhadap perekonomian,” ujar Iswadi dalam keterangannya, Rabu (9/9).

IndexPolitica Gunakan Pendekatan Berbasis Bukti
IndexPolitica melakukan evaluasi menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA).

Penilaian tersebut menggunakan enam dimensi dengan total bobot 100 persen. Keenam dimensi itu mencakup Policy Output sebesar 20 persen, Policy Outcome 25 persen, Implementation Effectiveness 20 persen, Public and Economic Impact 15 persen, Policy Innovation 10 persen, serta Intergovernmental Coordination 10 persen.

Aspek Policy Outcome mendapatkan bobot terbesar, yakni 25 persen. Dimensi tersebut mengukur perubahan atau hasil substantif yang muncul sebagai konsekuensi dari kebijakan pemerintah.

Iswadi menilai penggunaan pendekatan tersebut membuat penilaian kinerja menteri tidak berhenti pada jumlah program atau kebijakan yang dikeluarkan.

“Pendekatan seperti ini penting karena masyarakat pada akhirnya ingin melihat hasil dari sebuah kebijakan. Bukan hanya berapa banyak program yang dibuat, tetapi sejauh mana kebijakan tersebut mampu menciptakan perubahan yang terukur,” kata Iswadi.

Dengan metode tersebut, capaian pada sektor yang menjadi tanggung jawab seorang menteri menjadi bagian penting dalam melihat hasil kerja pemerintahan.

Kinerja Rosan Ditopang Capaian Investasi
Untuk Rosan, salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah perkembangan realisasi investasi nasional dan dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun. Angka tersebut melampaui target investasi 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun.

Realisasi tersebut juga tumbuh 12,7 persen dibandingkan 2024 dan menyerap sekitar 2,71 juta tenaga kerja.

Investasi dalam negeri berkontribusi Rp1.030,3 triliun atau 53,4 persen dari total realisasi, sedangkan penanaman modal asing mencapai Rp900,9 triliun atau 46,6 persen.

Sektor hilirisasi juga mencatat perkembangan. Investasi hilirisasi sepanjang 2025 mencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total investasi nasional. Angka tersebut tumbuh 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Semester I 2026 Investasi Tembus Rp1.010 Triliun
Kinerja investasi berlanjut pada semester pertama 2026. BKPM mencatat realisasi investasi Januari-Juni 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun.

Angka tersebut tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan setara dengan 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Dari sisi tenaga kerja, realisasi investasi pada semester I 2026 menciptakan 1.448.862 lapangan kerja langsung bagi tenaga kerja Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Ketika investasi tetap tumbuh dan diikuti penciptaan jutaan lapangan kerja, itu menunjukkan adanya dampak ekonomi yang nyata. Karena itu, capaian tersebut layak menjadi salah satu indikator dalam menilai kinerja Kementerian Investasi dan Hilirisasi,” tutur Iswadi.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi semakin relevan ketika ditempatkan dalam situasi ekonomi global yang masih menghadapi ketidakpastian akibat dinamika geopolitik dan perdagangan internasional.

Amran Dikaitkan dengan Agenda Ketahanan Pangan
Sementara itu, posisi pertama yang diraih Amran tidak terlepas dari sektor pertanian yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah.

Iswadi mengaitkan kinerja Amran dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong swasembada beras.

Peningkatan produksi pangan, produktivitas pertanian, serta upaya menjaga ketersediaan beras menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar negeri.

“Capaian tersebut menjadi salah satu konteks yang membuat kinerja Menteri Amran memperoleh skor tertinggi dalam assessment IndexPolitica,” pungkas Iswadi. (Ini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here