Home News Benny Pasaribu: Teknologi Digital Memacu Efisiensi dan Daya Saing Ekonomi Indonesia.

Benny Pasaribu: Teknologi Digital Memacu Efisiensi dan Daya Saing Ekonomi Indonesia.

0
SHARE
Dr Benny Pasaribu, Ketua Pokja Pangan, Komite Ekonomi dan Industri Nasional(KEIN).

Matanurani, Tangerang – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pangan Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu mengatakan tren belanja online sudah tidak bisa dipungkiri karena pola beli konsumen generasi terkini lebih nyaman dengan belanja online.
Dan dampaknya di jagat perdagangan sangat bagus walaupun ssjumlah bisnis ritel modern mengalami penurunan pendapatan.

Hal itu disampaikan Benny dalam seminar yang diselenggarakan STIE-STMIK Insan Pembangunan (IP), bertajuk ‘Tren sistem teknologi sangat berperan penting bagi perkembangan perdagangan dan perekonomian nasional” di Auditorium Saba Karya Kampus Insan Pembangunan, Tangerang, Minggu (10/12).

“Pola beli konsumen saat kini lebih nyaman dengan belanja online, dan bisa berdampak pada penurunan pendapatan perdagangan dan bisnis ritel modern,” kata Benny.

Namun, Benny menilai daya beli masyarakat  tidak menurun. Yang ada beberapa supermarket, hypermarket, toko dan sebagainya yang sekarat karena tidak adaptif terhadap perubahan teknologi digital.

“Bahkan Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang tinggi dibandingkan negara negara ASEAN lainnya,” jelas Benny.

Karena itu, menurut Benny bisnis ritel offline harus segera melakukan inovasi jika ingin bertahan di tengah terpaan transaksi online.

Benny menambahkan, transformasi dan inovasi perlu dilakukan supaya mampu menghadapi perubahan dalam metoda produksi dan perdagangan. Disrupsi itu terjadi terutama bagi kegiatan usaha yang masih bertahan, yang sungkan berubah, dan tidak mampu mengikuti trend teknologi digital. Saya melihat bahwa disruptif teknologi ini tidak menyebabkan penurunan daya beli. Yang pasti ekonomi kita makin efisien dan mulai cepat mengadakan transformasi dari ekonomi berbasis konsumsi menjadi berbasis produksi/ investasi. Transformasi ini sudah ‘on the right track’.

Kedepan bagaimana? KEIN telah menyampaikan Roadmap Industrialisasi Indonesia 2045 dgn prioritas pada 4 sektor yaitu, Industri pangan dan Agro, Kemaritiman, Pariwisata dan industri Ekonomi Kreatif. Ke empat sektor ini bisa menjadi lokomotif dan motor penggerak terhadap pertumbuhan yg tinggi dan berkeadilan. Karena 4 sektor ini menyerap lebih dari 70% tenaga kerja terutama petani, nelayan, pengrajin, dan ssbagainya.
Untuk itu peran teknologi digital  sangat penting untuk mempercepat industrialisasi dengan mengintegrasikan hulu-hilir dan cluster – Kawasan Industri, ” kata Benny Pasaribu.

Ditempat yang sama peneliti senior dari Kementerian Perindustrian, Raja Andrie, mengatakan generasi milenial tidak perlu khawatir dalam menghadapi perubahan, namun justru harus memanfaatkan teknologi digital sebagai mitra dalam perubahan zaman.

“Begitu juga Industri di Indonesia harus bebenah dengan penerapan teknologi sesuai perubahan pasar yang cepat,” kata Raja.

Seperti diketahui seminar nasional yang kali kedua  ini dimoderatori oleh Gusli Alumnus IP, dan Haris Aprizal Ketua Panitia dari Senat Mahasiswa IP dan diselenggarakan Perguruan Tinggi Insan Pembangunan Bitung Tangerang dan dihadiri Ketua STIE Marihot Simorangkir SE., M.Sc, Ketua STMIK Dr.Drs.Karnawi Kamar., MM, motivator Roby Oktober SE., C.NLP,  Kepala SMA,  Puket I STIE Dr.Francisca Sestri., SE.,MM dan Puket III Dwi Ferdiatmoko S.Pd., MM dan ribuan mahasiswa semua jurusan, dan para dosen IP. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here