Matanurani, Jakarta – BI Indonesia meyakini kontribusi industri di dalam negeri terhadap PDB bisa kembali tumbuh di atas 20%.
Hal itu terungkap saat Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menyampaikan sambutan pada seminar yang membahas peran industri hulu pada perekonomian Indonesia, khususnya dalam konteks kontribusinya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. .
Seminar diselenggaran BI bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kamis (3/8), di Jakarta.
Selain Mirza, Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Muliaman Hadad juga hadir memberikan kata sambutan.
Mirza mengatakan, BI mendukung pengembangan industri hulu guna meningkatkan kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.
Namun, dia menegaskan jenis industri hulu dan lokasinya harus ditetapkan.
Misalnya, lokasi industri harus dekat dengan sumber bahan baku.
“Strategi ini, kita harus punya dan komit dilaksanakan,” tegas Mirza.
Selain itu, BI memandang perlu komitmen pemerintah untuk berpegang erat terhadap arah dan kebijakan yang berlaku.
“Jangan setiap lima tahun berganti arah dan policy,” ujar Mirza.
Dengan demikian, penguatan industri hulu pada akhirnya akan mendorong peningkatan industri hilir, sehingga sektor industri secara keseluruhan menjadi tumbuh lebih kuat.
Menurut BI, perekonomian global yang diperkirakan terus membaik pada 2017 menjadi momentum yang sangat baik untuk meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia.
Selain itu, dia melihat pengembangan industri hulu juga memiliki potensi yang besar dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
Misalnya, dalam industri kimia dasar dan logam dasar, yang saat ini kebutuhan produknya masih banyak dipenuhi melalui impor.
Industri hulu yang kuat akan menjadi penopang utama pertumbuhan kedua industri tersebut, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada impor.
Pada kesempatan tersebut, dibahas pula peran Pemerintah dalam mendorong penguatan industri hulu, antara lain dikaitkan dengan berbagai Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) yang telah dirilis oleh Pemerintah.
Pemerintah juga telah dan terus mempercepat pembangunan infrastruktur, yang dapat mengurangi biaya logistik dan produksi, sehingga industri dapat lebih berkembang.
Di sisi lain, BI pun akan terus mendukung pengembangan industri, dengan cara memelihara stabilitas ekonomi, menjangkar ekspektasi inflasi, menstabilkan nilai tukar, serta memitigasi risiko dan kerentanan nasional.
BI juga berkoordinasi dengan Pemerintah pusat dan daerah dalam berbagai isu strategis seperti pengembangan industri pengolahan, serta berperan aktif dalam satuan tugas percepatan reformasi struktural (Pokja III).
Seminar dihadiri pula oleh pemerintah dan pihak terkait lainnya, seperti pengamat ekonomi, pelaku usaha, dan kalangan akademisi.
Hasil pembahasan seminar diharapkan dapat memberi masukan untuk mendorong penguatan industri hulu di Indonesia.
BI berharap industri semakin kuat dan dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. (Bis).





































