Matanurani, Jakarta – Masyarakat dan pelaku dunia usaha tidak sedikit yang belum menyadari pentingnya persaingan usaha sehat. Padahal, persaingan usaha yang sehat membuat rakyat sejahtera dan menjadi bagian dari pembangunan peradaban bangsa.
Hal itu disampaikan mantan anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2009-2010, Benny Pasaribu saat diskusi bersama 9 (sembilan) komisioner KPPU membahas
tentang masa depan KPPU dan penegakan hukum persaingan di Indonesia, di kantor KPPU, di Jakarta, Senin (28/5).
“Persaingan sehat membuat rakyat sejahtera dan menjadi bagian dari pembangunan peradaban bangsa,” papar Benny.
Dalam konteks persaingan usaha, pembangunan peradaban bangsa yang dimaksud, kata Benny adalah membangun seluruh aspek kehidupan dengan rasa persatuan dan kesatuan, saling menghargai di antara sesama anak bangsa, bergotong-royong, menjaga ahlak mulia, kerja keras, bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, serta saling mendukung.
“Semua itu dimulai dengan menghargai dan mengembangkan kearifan lokal menuju kehidupan yang lebih maju, berdaulat, adil dan makmur,” pungkas Benny.
Untuk itu kata Benny dalam persaingan sehat kesejahteraan rakyat adalah hukum yang tertinggi.
“Saya sampaikan bahwa hukum tertinggi itu adalah kesejahteraan. Persaingan sehat rakyat sejahtera,” pungkas Benny.
Adapun dalam diskusi tersebut hadir Kurnia Toha (Ketua KPPU), Ukay Karyadi (wakil ketua KPPU), Afif Hasbullah (anggota), Chandra Setiawan (anggota), Dinni Melanie (anggota), Guntur Syahputra Saragih (anggota), Harry Agustanto (anggota), Kodrat Wibowo (anggota) dan Yudi Hidayat (anggota). (Smn).





































