Matanurani, Batubara – Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu beserta rombongan mengunjungi dan memantau langsung perkembangan Pembangunan dan kawasan Pelabuhan Kuala Tanjung yang berada di Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Senin (27/11).


Kedatangan Anggota KEIN, Benny Pasaribu itu langsung disambut oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Pelindo I, Iman Achmad Sulaiman, Direktur Pengembangan PT Prima Multi Terminal (PMT) dan jajarannya serta Kepala Dinas Perhubungan Batubara, Sahala Nainggolan.
Rombongan Anggota KEIN Benny Pasaribu tersebut langsung menuju ke Pelabuhan Kuala Tanjung untuk memantau dan melihat langsung perkembangan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung.

Di sela-sela kegiatan kunjungannya tersebut anggota KEIN Benny Pasaribu mengatakan, setelah kunjungan ke Kuala Tanjung itu, dia melihat pembangunan tahap I dan seterusnya terintegrasi lebih bagus kedepan.
“Jika itu bisa terintegrasi, atau menjadi satu hubungan kawasan ekonomi dengan palm oil ya ada disini maka akan bisa membuat lebih efisien dan pasti ekonomi disini tumbuh,” kata Benny.
Seperti diketahui pelabuhan Kuala Tanjung dikembangkan dalam empat tahap. Tahap I Pengembangan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung (2015 – 2017), tahap II Pengembangan Kawasan Industri 3000 Hektar (2016 – 2018), tahap III Pengembangan Dedicated/Hub Port (2017 – 2019) dan tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021 – 2023).
Bagi Pelindo I, pengembangan Kuala Tanjung merupakan kunci untuk memperluas sektor logistik Indonesia.
Letak strategis wilayah kerja Pelindo I yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, yang juga merupakan alur terpadat di dunia, adalah potensi dan peluang yang harus dikembangkan.
Saat ini program pembangunannya juga didukung penuh oleh segenap lapisan stakeholder, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
Pelindo I percaya penuh bahwa pada saatnya nanti ketika Pelabuhan Kuala Tanjung telah selesai dikembangkan dan siap beroperasi, tentu Kementerian Perhubungan akan memberikan status sebagai Pelabuhan Hub Internasional.
“Harapannya pelabuhan ini mampu melayani peningkatan demand pada muatan general cargo dan juga peti kemas. Serta adanya fleksibilitas terhadap pelayanan muatan dan juga peningkatan troughput,” ujar Imam.
Tak sampai di situ, dia juga berharap pelabuhan ini mampu memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi.
Sehingga, daerah hinterland-nya berkembang lebih pesat lagi dan menjadi salah satu penopang arus investasi yang datang ke negara lain. (Smn).





































