Matanurani, Simalungun – Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengakui minat berinvestasi ke wilayah Sumatera Utara khususnya untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei semakin bertumbuh.

Untuk mempercepat investasi dan pengembangannya tujuh perjanjian kerja sama telah berhasil ditandatangani dan sembilan perusahaan akan berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, Simalungun, Sumatera Utara.
Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilakukan di hadapan Menko Darmin Nasution bersama Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu saat melakukan kunjungan bersama ke KEK, Sei Mangke, Senin (27/1).
“Miinat investasi di Sumatera Utara terus tumbuh. Melalui perjanjian kerjasama ini akan semakin mempercepat perkembangan investasi dan pembangunan infrastruktur di KEK Sei Mangkei,” kata Darmin
Menurut Darmin, KEK Sei Mangkei menjadi salah satu kawasan yang diharapkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK selain KEK Lhokseumawe (Aceh), Tanjung Api-Api (Sumatera Selatan), Mandalika (NTB), Maloy (Kaltim) dan Morotai (Papua) guna meningkatkan investasi. “Dengan cara itu kita bisa mempercepat perkembangan di kawasan-kawasan tersebut,” ujarnya
Adapun ketujuh perjanjian kerjasama tersebut, lima diantaranya dilakukan oleh PTPN III (Persero) dengan beberapa perusahaan strategis, seperti dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) dalam penyaluran gas bumi, PT Pertagas Niaga untuk jual beli gas serta PT Kereta Api Logistik dalam hal pemanfaatan dry port. PTPN III juga mengikat perjanjian dengan PT Alternatif Protein Indonesia guna pemanfaatan lahan serta PT All Cosmos Indonesia dalam pembangunan pabrik bio fertilizer
Sementara itu Benny Pasaribu mengapresiasi perjanjian kerjasama dan nota kesepahaman untuk mempercepat kawasan di Sei Mangkei. Hanya saja Benny berharap pemerintah daerah harus juga turut memberikan dukungan secara aktif misalnya dengan memberikan insentif.
“Pemberian insentif itu untuk meningkatkan daya saing. Dengan meningkatnya daya saing tentu dapat menarik investor untuk berinvestasi di kawasan tersebut,” kata Benny.
Selain itu kata Benny, pengembangan KEK menjadi terobosan untuk menjembatani kesenjangan sosial ekonomi masyarakat, kesenjangan antarwilayah, dan membangun kemandirian ekonomi dari dominannya ekspor barang mentah atas sumber daya alam nasional. (Smn).





































