Matanurani, Jakarta – Ekonomi Indonesia di kuartal ketiga 2017 melaju 5,06% year on year(YoY), lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Salah Satu pendorongnya, yakni industri pengolahan, mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri pengolahan menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar pada kuartal ketiga tahun ini, yaitu mencapai 19,93%. Di periode Juli hingga September tersebut, sektor ini tumbuh 4,84% YoY.
Jika menilik data BPS, pertumbuhan industri pengolahan di kuartal ketiga tahun ini menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2014 silam yang tercatat sebesar 4,61% YoY. Sementara pada kuartal kedua 2014 ke belakang, industri ini masih tumbuh lebih dari 5% YoY.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, lebih tingginya pertumbuhan industri ini di kuartal ketiga didorong oleh industri nonmigas yang tumbuh 5,49%. Utamanya, dari industri makanan dan minuman yang pertumbuhannya mencapai 9,46%, lebih tinggi dari kuartal kedua 2017 yang hanya 7,01% YoY
“Pertumbuhan industri makanan dan minuman ini terutama didorong oleh peningkatan produksi kelapa sawit, yang berdampak pada produksi CPO,” kata Suhariyanto, Senin (6/11).
Selain itu, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas juga didorong oleh industri tekstil dan pakaian jadi yang tumbuh 4,4% YoY, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya dan kuartal ketiga 2016. Juga industri kimia, farmasi, dan obat tradisional yang tumbuh 4,46% YoY. (Ktn).





































