Matanurani, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 pada hari ini, Selasa (5/5).
Kalangan ekonom memiliki proyeksi yang beragam untuk pertumbuhan eknomi awal tahun ini. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David Sumual, misalnya, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 mencapai 5,3% year on year (YoY).
Angka itu sedikit termoderasi secara kuartalan (5,39%) meski masih lebih tinggi secara tahunan (4,87%).
“Beberapa indikator konsumsi menunjukkan perlambatan seperti Intrabel [BCA Consumer Spending Index] serta penjualan mobil dan motor, lebih disebabkan oleh hari kerja yang lebih sedikit. Namun, konsumsi selama ramadan dan lebaran lebih baik dibandingkan tahun lalu,” ujar David dikutip, Selasa (5/5).
Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede meramalkan pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 mencapai 5,44% YoY.
“Angka ini menunjukkan akselerasi dibandingkan periode sebelumnya dan terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta investasi,” ujar Josua dikutip dari bisnis, Selasa (5/5).
Proyeksi lebih tinggi disampaikan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI). Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memproyeksikan pertumbuhan 5.48% YoY pada kuartal I/2026 (angka tengah rentang estimasi 5,46%–5,50%).
Dia menjelaskan proyeksi tersebut dipengaruhi faktor musiman karena adanya periode Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri pada kuartal pertama tahun ini. Pencairan tunjangan hari raya (THR) juga meningkatkan pendapatan bersih masyarakat.
“Kombinasi dari berbagai faktor ini dengan efek basis rendah (low-base effect) dari pertumbuhan PDB di kuartal I/2025, pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2026 diperkirakan akan tumbuh cukup tinggi,” jelas Teuku dalam keterangannya, dikutip Senin (4/5/2026).
Sementara itu, sejumlah pejabat pemerintah sudah beberapa kali menyampaikan keyakinan bahwa ekonomi kuartal I/2026 akan melanjutkan akselerasi pertumbuhan seperti yang terjadi pada periode sebelumnya. Kendati demikian, sejumlah ekonom turut memproyeksikan terjadi moderasi atau perlambatan pertumbuhan terutama dibandingkan kuartal terdahulu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto misalnya, yang meyakini pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan realisasi pada kuartal IV/2025 yang mencapai 5,39% YoY.
“[Pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026] lebih besar atau sama dengan 5,5%,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (4/5).
Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa angka pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 akan “bagus”. Apalagi, dia melihat orang masih ramai berbelanja ketika mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Senayan, Jakarta yang dinilai sebagai tanda daya beli masyarakat masih baik.
Di samping itu, bendahara negara itu menilai apabila angkanya sedikit menurun dari realisasi kuartal IV/2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap impresif mengingatkan gejolak ekonomi dunia.
“Walaupun, let’s say, lambat sedikit, atau lebih tinggi sedikit, mengingat kondisi global yang seperti ini, itu sudah prestasi yang luar biasa,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (4/5). (Bis).





































