Terjun ke dunia politik praktis, tentu bukan menjadi pilihan utama bagi generasi milenial saat kini. Namun, berbeda dengan Tsamara Amany Alatas. Bagi perempuan kelahiran 24 Juni 1996 ini, politik adalah panggilan dan tantangan serta cara membuat perubahan bagi masyarakat.
Awalnya ia rajin menuangkan buah pikirannya melalui berbagai tulisan melalui blog dan sejumlah portal online. Berkat tulisan-tulisannya, pada tahun 2015 ia diundang Presiden Jokowi ke istana bersama sejumlah blogger lainnya.
Kiprah Tsamara pun semakin mantap saat bertugas menjadi staf magang selama 4 bulan membantu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama di Balai Kota DKI kala itu.
Sejak menjalankan tugas melakukan perizinan untuk memulai usaha (Starting business) di Balai Kota, pilihan Tsamara pun semakin menguat di dunia politik. Menurut dia, perubahan bagi masyarakat tidak akan pernah terlaksana jia ia tak masuk di pemerintahan. Ia menyadari berteriak melalui tulisan akan percuma jika ia tak bisa mempengaruhi pembuatan kebijakan.
Simak Video Dialog Tsamara Amany dengan Wimar Witoelar tentang kondisi sosial-politik terkini.



































