Home Opini Penyakit Mulut dan Kuku Ancaman Terhadap Sosial Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Penyakit Mulut dan Kuku Ancaman Terhadap Sosial Ekonomi dan Ketahanan Pangan

0
SHARE

.
PENYAKIT Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang (menginfeksi) hewan rentan/peka terutama sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi.

Terkait aspek kesehatan manusia, OIE (Badan Kesehatan Hewan Dunia), CDC Amerika Serikat, Pusat-Pusat Riset Universitas (misalnya CFSPH Iowa State University Amerika) dan informasi resmi dari Kementerian Pertanian beberapa negara maju menyatakan bahwa PMK BUKAN MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT (artinya tidak membahayakan kesehatan) DAN BUKAN MASALAH KEAMANAN PANGAN!  Tingkat risiko penularan virus PMK dari hewan ke manusia sangat sangat kecil!!! Sehingga di beberapa pustaka menyebutkan PMK “bukan zoonosis”.

Jika ada virus PMK pada daging dan susu, virus PMK TIDAK MEMBUAT SAKIT orang yang mengonsumsinya, APALAGI JIKA DAGING DAN SUSU DIMASAK MATANG atau DIPANASKAN.
.
Penularan penyakit antar hewan sangat cepat. Penularan terjadi melalui (1) kontak langsung antara hewan sakit dan hewan rentan/peka; (2) kontak tidak langsung antara hewan rentan dan orang, pakaian, sepatu, alat-alat, kendaraan, limbah yang tercemar oleh virus (dari hewan yang sakit), dan (3) melalui udara (terutama babi yang sakit banyak menyebarkan virus melalui udara dari pernafasannya).

Tingkat kesakitan (morbidity rate) PMK mencapai 100% dan tingkat kematiannya (mortality rate) relatif kecil kecuali pada hewan-hewan muda (anak sapi dan anak babi).  Hewan mati umumnya akibat kurang asupan makanan karena banyaknya “luka seperti sariawan” dalam mulut (lidah, gusi).
.
Kebijakan umum yang diterapkan saat terjadi wabah (kasus luar biasa atau “outbreak”) adalah menghentikan (sementara)  lalu lintas hewan hidup (keluar dan masuk daerah wabah) dan pengendalian ketat produk hewan (berbasis risiko).  Tujuannya agar virus tidak menyebar ke daerah lain melalui lalu lintas ternak dan produk hewan yang berisiko tinggi.
.
Fakta dari penjelasan di atas tentunya sangat memengaruhi peternak dan usaha peternakan terutama dari segi ekonomi (finansial, usaha).

Dampak yang dapat terjadi pada masyarakat adalah munculnya “kepanikan” dan “kekhawatiran” mengonsumsi hewan. Dampak tersebut saat ini dapat “diperparah” dengan “penyebaran beragam informasi terkait PMK” di sosial media (grup WhatsApp, twitter).  Bahkan penyebaran “virus sosial media” sangat jauh lebih cepat (dalam hitungan menit) dari pada penyebaran virus PMK dan lebih luas (seluruh dunia).
.
Kekhawatiran masyarakat terhadap konsumsi daging dan susu tentunya akan berdampak penurunan kebutuhan (demand) daging dan susu, yang tentunya merugikan peternak dan usaha peternakan.
.
Ancaman ke depan dari PMK di dalam negeri adalah keterbatasan (bahkan penurunan) ketersediaan pasokan (supply) hewan hidup dan produk hewan (daging dan susu).
.
Dampak lain dari wabah PMK terkait negara-negara lain, terutam Negara yang bebas PMK, adalah penghentian sementara impor komoditas peternakan dari negara wabah. Bahkan beberapa negara juga menghentikan impor komoditas pertanian lain.
.
Mari kita bersama “perangi” PMK agar Negera kita bebas PMK kembali.

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here