Home Opini Jenderal (Purn) Moeldoko Sosok Pemimpin Pluralisme Untuk Indonesia

Jenderal (Purn) Moeldoko Sosok Pemimpin Pluralisme Untuk Indonesia

0
SHARE

Oleh Agus Abdullah

TOKOH yang ideal untuk memimpin masa depan Indonesia bukanlah tokoh yang mengedepankan agama, aliran politik atau golongan tertentu. Oleh karena itu besar harapan kepemimpinan nasional mendatang tidak hanya mampu mengatur pemerintah namun menjadi tokoh kepemimpinan yang dapat diterima dalam nilai keanekaragaman kehidupan berbangsa dan bernegara dan mampu menyelesaikan konflik ditengah kehidupan rakyat yang bercirikan latar belakang kebudayaan berbeda.

Tingkat kehidupan sosial yang heteregonitas dan pluralitas menjadi keutamaan bagi seorang pemimpin Indonesia mendatang dengan memahami nilaiĀ  pluralisme dan juga mampu melakukan implementasi

Pemilu 2024 merupakan momentum pertarungan putra – putri terbaik untuk mengenal dan mencari pemimpin masa depan Indonesia.oleh karena Indonesia dibangun atas dasar keberagaman dengan harapan perbedaan tersebut menjadi energi kekuatan bersama dalam membangun negeri dari corak budaya yang berbeda dan aroma seribu satu pulau.

Sosok Jenderal Moeldoko menyadari pentingnya untuk menegaskan paham atau makna pluralisme sebagai pijakan terhadap penyusunan tata aturan negara. Sebagai seorang jenderal yang tumbuh berkembang dalam nilai ke Islaman dan ke-Indonesia-an tentu memiliki karakter kepemimpinan pluralis.

Dalam konteks dunia politik sosok Jenderal Moeldoko dalam kepemimpinan sangat menghargai perbedaan sehingga melahirkan dialektika keberbedaan terebut. Selain demikian sosok jenderal Moeldoko seorang tokoh yang loyalis dan setia pada kebhinekaan juga ideologi negara Pancasila.

Sebagai sosok jenderal yang pernah tumbuh dalam dunia langgar atau Musholah ( mesjid ) memiliki kesadaran kultural bahwa pluralisme merupakan bahan dasar tatanan kehidupan Islam dan demokrasi.

Jenderal Moeldoko berlatar belakang militer yang penuh dengan dedikasi merah putih ke indonesiaan terhadap sebuah bangsa yang majemuk mampu mengelola pluralisme.

Sudah saatnya masa depan Indonesia menggunakan seleksi model rasionalitas berfikir dari pada mempolarisasi sebuah identitas politik sehingga tidak mengedepankan sentimen golongan tertentu bahkan aliran politik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here