Matanurani, Kupang – Petani minta distributor mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi ke pengecer untuk mengantisipasi kelangkaan pada awal musim tanam tahun ini.
Sejumlah petani di Persawahan Manikin, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyebutkan distribusi pupuk di wilayah itu selalu terlambat.
“Petani di sini pernah kesulitan pupuk karena pengiriman pupuk dari distributor ke pengecer terlambat,” kata Okto Missa, petani di persawahan tersebut, Minggu (5/11).
Padahal, menurut dia, petani sudah menyerahkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) berikut uang. Alasan yang disampaikan pengecer, pupuk belum dikirim dari distributor. Dia berharap kejadian pada awal musim tanam tahun lalu itu tidak terulang lagi.
Keterlambatan distribusi pupuk di persawahan itu, kata Okto, pernah berlangsung sampai satu bulan setelah petani menanam. Padahal, mereka sangat membutuhkan pupuk dasar untuk memupuk tanaman padi.
Petani lainnya, Nenosaban, minta distribusi pupuk bersubsidi dilakukan lebih awal atau sebelum petani menanam. Dengan demikian, petani tidak repot mencari pupuk setelah menanam.
“Tanaman yang baru saja ditanam harus diberi pupuk dasar, kalau tidak padi akan menguning dan layu,” ujarnya.
Menurutnya, keterlambatan distribusi pupuk mencemaskan petani karena bakal berdampak terhadap produktivitas hasil panen. Jika pemupukan terlambat, pertumbuhan padi terganggu sehingga hasil panen anjlok.
Kepala Dinas Pertanian NTT, Johanes Tay Ruba, mengatakan, pihaknya menambah stok pupuk bersubsidi sebanyak 10.000 ton yang akan didistribusikan pada awal musim tanam akhir 2017 sehingga menambah kuota pupuk bersubsidi 2017 sebanyak 48.000 ton. Adapun kuota pupuk bersubsidi 2018 berjumlah 53.000 ton. (Mei).





































