Matanurani, Jakarta – Pemerintah melibatkan sejumlah perbankan untuk turut serta menstabilisasi harga jelang Lebaran 2018 salah satunya beras. Keterlibatan tersebut akan membantu Perum Bulog saat menyalurkan beras kepada masyarakat.
Direktur Kredit Mikro dan Ritel BRI, Priyastomo mengatakan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah agen di daerah untuk menjual beras Bulog.
“Kami hanya siapkan agen bank untuk jualan beras. Kami ada laku pandai nanti yang dipakai untuk jaringan jual beras,” ujar dia di Kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (10/4).
Priyastomo mengatakan, keberadaan agen perbankan (laku pandai) di daerah akan memotong rantai distribusi yang selama ini hanya dilakukan oleh Bulog. BRI memiliki 279.000 agen di seluruh Indonesia.
“Ini beras Bulog. Karena butuh jaringan yang lebih banyak, Bulog terbatas, Kalau bank lebih luas lagi. (Agen laku pandai) ada 279.000 yang tersebar di seluruh Indonesia. Paling banyak di Jawa,” ujar dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengatakan, BTN memiliki 35.000 agen di daerah yang siap membantu Bulog menyalurkan beras.
“BTN hanya salah satu bagian dari Himbara (Himpunan Bank Negara) untuk membantu bagaimana operasi pasar perberasan, ini supaya harga beras bisa lebih murah,” kata Maryono.
Maryono menambahkan, keterlibatan perbankan menjual beras Bulog tersebut masih dalam pembahasan. Hal tersebut juga menunggu perintah dari Kementerian Badan Usaha Milik negara. “Saya kira ini nanti akan diatur oleh Kementerian BUMN, prinsipnya secepatnya,” ujar dia. (Lip).




































