
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berfoto usai meresmikan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo di Gerbang Tol Probolinggo Timur bersama Presiden Joko Widodo, di Jawa Timur, Rabu (10/4/2019). Setpres/Agus Suparto
Matanurani, Jakarta – Masa tugas Kabinet Kerja Periode 2014-2019 segera memasuki purna bhakti. Begitu Presiden dan Wakil Presiden baru dilantik pada 20 Oktober mendatang, seluruh menteri di kabinet pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) ini akan menanggalkan jabatannya.
Namun, Kepala Negara diperkirakan tidak akan mengganti seluruh orang-orang yang menduduki posisi di kabinet saat ini. Terutama, bila merujuk pernyataan Presiden saat pidato Visi Indonesia 2019-2024, yang salah satunya melanjutkan pembangunan infrastruktur.
Jokowi tentu membutuhkan tangan kanan yang dapat dipercaya untuk menyelesaikan seluruh proyek infrastruktur yang dirancang. Terlebih, selain menggarap proyek infrastruktur, ada pula rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
Berdasarkan analisa peneliti dan pengamat politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes, ada tiga nama menteri yang kemungkinan akan dipertahankan, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
Ada tiga alasan yang menyebabkan ketiganya layak untuk dipertahankan, yaitu memiliki kinerja yang cukup baik, dekat dengan Jokowi, dan sesuai dengan kebutuhan pada periode mendatang. ” Menteri PUPR dibutuhkan karena kebutuhan Jokowi membangun infrastruktur,” ungkap Arya beberapa waktu lalu. (Ktn).




































