Home Nasional Dorong Peran Swasta Bangun Infrastruktur

Dorong Peran Swasta Bangun Infrastruktur

0
SHARE

Matanurani, Jakarta  – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai akan tetap konsisten memprio­ritaskan pembangunan infrastruktur untuk mengurai permasalahan konektivitas, logistik, hingga kelistrikan yang selama ini menjadi ham­batan perekonomian. Apalagi, pembangunan infrastruktur juga disebut sebagai kunci mewu­judkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Meski begitu, tantangan utama pemba­ngunan infrastruktur ke depan masih sama de­ngan periode sebelumnya, yakni terbatasnya pendanaan dari pemerintah. Solusi yang di­nilai paling efektif untuk mengatasi persoalan ini adalah mendorong lebih besar partisipasi swasta dalam kemitraan dengan pemerintah.

Peneliti ekonomi Indef, Bhima Yudhistira, mengungkapkan dalam 10 tahun terakhir porsi swasta hanya sekitar tujuh persen dari total proyek infrastruktur. “Jadi kecil sekali, tidak sesuai perencanaan dalam Rencana Pemba­ngunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015–2019,” ujar dia, di Jakarta, Jumat (26/4).

Bhima menambahkan, masalah utama da­lam pembangungan infrastruktur yang memi­liki porsi cukup besar, hingga lebih dari 30 per­sen, adalah pembebasan lahan. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah lebih menge­fektifkan fungsi Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pemerintah daerah (Pemda) untuk membantu proses pembebasan lahan

Mengenai skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Bhima menilai aparatur pemerintah belum siap dalam menyusun doku­men KPBU. “Temuan ini muncul dalam laporan Infrastructure Sector Assessment Program (In­fraSAP) World Bank pada 2018 lalu. Kualitas sumber daya manusia yang menangani KPBU masih rendah. Perlu upgrading,” tukas dia.

Persoalan lainnya, lanjut Bhima, bunga pin­jaman untuk proyek infrastruktur dirasakan lebih mahal. “Pemerintah bisa fasilitasi swasta untuk cari pendanaan luar negeri dengan ting­kat bunga yang lebih rendah.”

Sementara itu, Direktur Utama PT Pen­jaminan Infrastruktur Indonesia, Armand Her­mawan, mengemukakan saat ini ada gap atau kekurangan 30 persen antara pembiayaan dari APBN dengan kebutuhan pembangunan infra­struktur Indonesia. Kekurangan pembiayaan 30 persen tersebut akan dibantu lewat kerja sama pemerintah dengan pihak swasta, salah satunya yang paling dominan adalah lewat skema KPBU.

“Dalam kerja sama tersebut, pihak swasta dimungkinkan berkontribusi dalam pembiaya­an untuk merancang, membangun, dan meng­operasikan proyek-proyek infrastruktur,” papar dia, di Bandung, Jumat (26/4).

Menurut Armand, untuk memudahkan sin­ergi antara swasta dan pemerintah dalam men­jalin KPBU, pihak universitas di seluruh daerah diminta untuk berpartisipasi mewadahi dan memetakan kebutuhan-kebutuhan kampus maupun daerah di sekitarnya sehingga lebih mudah dikomunikasikan kepada pihak swasta maupun investor. (Koj).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here