Matanurani, Jakarta – Industri gula harus berkembang menjadi industrialisasi agar bisa berproduksi lebih efisien dan menekan harga gula di pasaran.
“Industri pengolahan tebu harus berkembang menjadi industrialisasi yang bisa menghasilkan berbagai produk,” kata Direktur Utama PTPN X, Dwi Satryo, saat FGD bersama Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di Jakarta, Senin (14/8).
Dia menjelaskan, gula hanya sebagian dari produk yang bisa dihasilkan oleh pabrik pengolahan tebu. Pengolahan tebu juga bisa menghasilkan bahan baku etanol, pupuk organik, penyedap makanan, pulp, dan beragam produk kimia lain.
Pabrik-pabrik pengolah tebu di beberapa negara, menurutnya, fokus memproduksi etanol sebagai bahan baku biofuel dan menghasilkan gula sebagai produk sampingan.
Industri pengolahan tebu menghasilkan etanol dari berbagai bagian tanaman tebu, antara lain molase yang biasanya mencakup 4%—6% dari berat tebu dan ampas yang bisa mencakup 30%—34% dari berat tanaman tebu.
“Arahnya harus menjadi industrialisasi, tetapi ini membutuhkan banyak penyesuaian. Petani tebu juga harus menanam tanaman dengan varietas yang berbeda,” ungkap Dwi.
Fokus Group Diskusi bersama KEIN ini dipimpin oleh anggota KEIN Pokja Pertanian dan Kehutanan, Dr Benny Pasaribu, dihadiri Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri, Kementrian Perindustrian, PT RNI (Persero), dan para pelaku industri pergulaan. (Smn).




































