Home News Masyarakat Apresiasi Presiden Jokowi dan Menkes dalam Penanganan Covid-19

Masyarakat Apresiasi Presiden Jokowi dan Menkes dalam Penanganan Covid-19

0
SHARE
Anak-anak bermain sepeda di depan spanduk gerakan pencengahan COVID-19 di Desa Ilie Ulee Kareng, Banda Aceh, Aceh, Selasa (22/6/2021). Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh menyebutkan sebanyak 1.831 anak di Provinsi Aceh terkomfirmasi positif COVID-19 dan 21 orang di antaranya meninggal dunia. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.

Matanurani, Jakarta – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan masyarakat mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Jadi konsisten untuk mengatakan bahwa publik mengapresiasi kinerja presiden dan menteri kesehatan dalam menangani Covid-19 pada waktu survei dilakukan di pertengahan September,” kata Burhanuddin Muhtadi dalam rilis temuan survei “Evaluasi Publik terhadap Penanganan Pandemi, Pelaksanaan Demokrasi dan Isu-isu Terkini”, Minggu (26/9).

Diungkapkannya, kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi, khususnya dalam menangani Covid-19 terjadi peningkatan kepuasan dibandingkan survei yang digelar pada Juli 2021.

Dalam survei September 2021, masyarakat yang menyatakan sangat puas terhadap kinerja presiden ada sebanyak 4,8% dan cukup puas sebesar 57%. Jika ditotal, masyarakat yang menyatakan puas dan cukup puas ada sebanyak 61,8%. Sementara pada survei bulan Juli tercatat 61%.

“Mayoritas masyarakat yang puas atau sangat puas dengan kerja Presiden menangani wabah Covid-19, tidak berubah dalam dua bulan terakhir,” ujar Burhanuddin Muhtadi.

Kemudian, masyarakat yang menyatakan kurang puas ada 31,8% responden dan tidak puas sama sekali ada 2,9% responden. Sedangkan dalam survei pada Juli 2021, yang menyatakan kurang puas 30,1% dan tidak puas sama sekali 6,4 persen.

“Jadi yang kurang puas dan tidak puas di bulan September mengalami penurunan dibandingkan Juli. Jadi memang ada peningkatan kepuasan meskipun kecil dan penurunan tingkat ketidakpuasan terhadap kerja presiden dalam menangani Covid-19 di September,” terang Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin menduga peningkatan kepuasan publik tersebut dikarenakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menghasilkan dampak positif dari sisi kesehatan.

Selanjutnya, kepercayaan publik terhadap kinerja Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencapai 38,1%, dengan rincian cukup percaya sebesar 37,1% dan sangat percaya 1%. Meski, publik yang menyatakan biasa saja terhadap kinerja menteri kesehatan sedikit lebih tinggi, yaitu sebesar 38,3%.

“Tapi kalau dilihat dari trennya masih positif sekali ya. Mereka yang percaya dibandingkan yang tidak percaya yang hanya 11%,” papar Burhanuddin Muhtadi.

Untuk penurunan kasus harian, survei menemukan mayoritas warga tahu atau pernah mendengar tentang penurunan kasus positif harian dan kasus kematian harian Covid-19 di Indonesia. Dari yang tahu tersebut, mayoritas percaya terjadinya penurunan angka penularan dan angka kematian akibat wabah tersebut.

Hal itu dilihat dari ada sebanyak 5,5% warga sangat percaya dan 83,1% percaya terhadap penurunan kasus kematian harian. Kemudian sebanyak 5% responden dan 81,4% percaya pada kasus positif harian yang mengalami penurunan.

Selanjutnya, survei menyebutkan mayoritas warga puas terhadap penerapan protokol kesehatan, dan mayoritas masyarakat menilai pemerintah cukup atau sangat tegas dalam menegakkan kebijakan protokol kesehatan.

Sebanyak 71,3% warga menyatakan cukup puas dan 10,2% menyatakan sangat puas terhadap penerapan protokol kesehatan dalam pengendalian kasus Covid-19. Lalu sebanyak 6,2% masyarakat melihat pemerintah sangat tegas dan 71,4% melihat pemerintah cukup tegas dalam menegakkan protokol kesehatan. (Bes).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here