Home News Jokowi-Mahfud MD Paling Bisa Diterima Semua Pihak

Jokowi-Mahfud MD Paling Bisa Diterima Semua Pihak

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Nama calon pendamping Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2019 sudah mengerucut dan akan segera diumumkan. Dari semua nama yang mencuat, Mahfud MD dinilai paling cocok menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin mengatakan Mahfud merupakan figur komplet yang bisa diterima semua partai politik pendukung Jokowi.

“Mahfud MD sangat cocok mendampingi Jokowi karena di tengah parpol saling berebut posisi cawapres, Mahfud adalah figur yang bisa diterima semua pihak,” kata Ujang, Selasa (10/7).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menyampaikan, Mahfud merupakan figur komplet karena berpengalaman di ranah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sebagai guru besar hukum, kata Ujang, Mahfud juga selalu menjadi rujukan berbagai masalah, khususnya terkait masalah hukum dan kebangsaan.

“Mahfud ini komplet karena berpengalaman di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Dia juga berlatar belakang santri NU dan KAHMI, organisasi mahasiswa besar di Indonesia. Mahfud bisa diterima kelompok NU dan Muhammadiyah,” ungkap Ujang.

Menurut Ujang, langkah yang harus diambil Jokowi kini adalah memilih figur bersih dan bisa meningkatkan elektabilitasnya pada Pemilu 2019. Peningkatan elektabilitas diaanggap lebih penting dibanding mengedepankan keterwakilan politik.

Ujang menilai, Jokowi dan partai pendukungnya bisa saja memilih figur dari luar Jawa sebagai cawapres. Namun, hal itu belum tentu efektif jika tidak bisa menambah elektabilitas Jokowi.

Mengenai keterwakilan politik, Ujang mengatakan hal itu bisa dilakukan Jokowi saat membentuk kabinetnya nanti. Figur-figur dari luar Jawa yang kompeten dan berintegritas harus dipertimbangkan masuk dalam kabinet Jokowi.

“Jadi sangat rasional kalau Pak Jokowi meminang Mahfud MD karena dia intelektual dan bersih. Mahfud adalah figur yang tidak tersandera masalah hukum. Kalau soal keterwakilan politik, bisa dibangun dalam kabinet nanti. Percuma memilih figur dari luar Jawa kalau hanya demi keterwakilan politik tapi enggak bisa nambah elektabilitas,” paparnya.(Rmo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here