Home News Indonesia Berpotensi Mandiri Secara Total,  Ini Syaratnya

Indonesia Berpotensi Mandiri Secara Total,  Ini Syaratnya

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan, Surat Berharga Negara (SBN) bisa dimiliki seluruhnya oleh investor domestik dalam jangka lima tahun ke depan. Dengan catatan, adanya dukungan dari aktivitas ekonomi dalam negeri.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Scenaider Siahaan mengatakan, kepemilikan porsi asing di SBN bisa berangsur hilang. Asal dilengkapi beberapa syarat.

Pertama, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus berangsur menyusut.

Saat ini, rencana defisit APBN tahun depan di kisaran 1,6-1,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Atau turun dari target tahun ini 2,19 persen terhadap PDB.

Kedua, harus ada mobilisasi dana dalam negeri. Utamanya dana himpunan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Pergantian skema penghimpunan dana pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga bisa memobilisasi dana dalam jumlah banyak. Untuk ditempatkan di instrumen seperti SBN.

“Kalau semuanya sudah jalan, maka lima tahun ke depan, semua pembiayaan bisa domestik,” ujar Scenaider seperti yang dilansir dari cnnindonesia, Rabu (4/7).

Menurut dia, permintaan utama SBN berasal dari dana pensiun dan asuransi. Sedangkan, selama ini pertumbuhannya lemah. Jadi agak sulit bagi pemerintah untuk mencari pendanaan dari pasar dalam negeri.

Lebih lanjut ia menuturkan, banyaknya porsi investor domestik dalam kepemilikan SBN tentu bisa meringankan beban APBN.

Berkurangnya beban APBN atas imbal hasil dalam dolar AS juga bisa berdampak positif bagi neraca pembayaran. Utamanya pada komponen neraca modal (capital account). Jika pasar domestik bergerak baik, maka tidak ada lagi ceritanya arus modal keluar dengan melepas SBN.

“Hal yang paling minim risiko adalah pasar domestik. Tapi kami sadar bahwa pasar rupiah ini sangat terbatas. Tentu kebutuhan pembiayaan ini harus dilihat. Tapi jangan mengorbankan ekonomi di masa depan,” tandasnya. (Inf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here