Home News BODT akan Bentuk Tim Pemantau Keselamatan Wisatawan di Danau Toba

BODT akan Bentuk Tim Pemantau Keselamatan Wisatawan di Danau Toba

0
SHARE

Matanurani, Simalungun – Kapal Motor Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras, Senin (18/6) sore. Sebanyak 22 penumpang telah dievakuasi, tiga di antaranya meninggal dunia dan ratusan penumpang dalam pencarian.

Kepala Badan Otoritas Danau Toba (BODT) Arie Prasetyo prihatin atas kejadian itu. Pihaknya akan segera membentuk tim pemantau keselamatan wisatawan saat berkunjung ke setiap objek wisata di seputaran Danau Toba.

“Kita akan segera membentuk tim pemantau keselamatan wisatawan, bekerjasama dengan Menteri Perhubungan dan kementerian lainnya. Tugasnya, menjaga dan mengingatkan pelaku wisata dan pengunjung untuk menjaga keselamatan,” kata Arie, Selasa (26/6) di Dermaga Tigaras, Simalungun.

Dia menyebut, pihaknya juga akan mengusulkan perbaikan perjalanan wisata maupun objek wisata di Danau Toba secara menyeluruh, demi kenyamanan wisatawan. Sistem pelayanan pun juga akan dibenahi sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kita harus melakukan perbaikan bersama-sama dengan Kementerian Perhubungan dan kementerian lainnya, karena dewan pengarah kita Menhub. Jadi, sistem kerjanya vertikal. Intinya, harus dilakukan perbaikan menyeluruh. Kenyamanan wisatawan harus kita ditingkatkan. Nanti, pelan-pelan akan ada perubahan sistem,” kata Arie.

BODT saat ini, ucapnya, untuk melakukan perubahan itu, terlebih dahulu melakukan kampanye di beberapa tempat di seputaran Danau Toba, termasuk di Bandara Silangit dan beberapa objek wisata, mengenai pentingnya keselamatan wisatawan.

“Semua objek wisata di Danau Toba akan dicek untuk keselamatan pengunjung. Tapi harus tetap dikampanyekan dulu. Kita sekarang lagi melakukan kampanye keselamatan, termasuk di Bandara Silangit sebelum pesawat besar mendarat,” ujarnya.

Terkait jalan lingkar luar dan dalam Danau Toba, BODT juga mencek kondisi jalan, termasuk marka jalan dan tembok pengaman jalan (guardrail). Begitu juga soal pembangunannya.

“Kemarin Dirjenhub bilang, kita harus cek semua marka jalan, termasuk tembok penahan jalan. Untuk bagian dalam (Samosir) sudah dalam tahap pembangunan. Sedangkan bagian luar seperti Simarjarunjung dan lainnya, dalam tahap pemantauan sekaligus perencanaan pembangunan,” ujar Arie.

“Itu semua dilakukan untuk menjamin keselamatan wisatawan saat mengunjungi Danau Toba. Jalannya harus bagus, sedangkan perjalanan kapal, harus memiliki jaket pelampung, agar tak terjadi lagi seperti KM Sinar Bangun,” tambahnya.

Asuransi

Dalam kesempatan itu, Arie juga berharap kepada pihak Jasa Raharja masuk ke setiap objek wisata di Danau Toba, supaya pengunjung mendapat jaminan klaim asuransi ketika terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap wisatawan.

“Jasa Raharja juga harus masuk, harus ada asuransi. Sehingga kalau ada kejadian, bisa diantisipasi, khususnya bagi wisatawan mancanegara,” katanya.

Seperti, Bukit Indah Simarjarunjung (BIS), katanya, harus dicek standar keselamatannya dan memenuhi asuransi. Dalam hal ini, BODT sudah koordinasi dengan Basarnas untuk mencek lokasi itu.

“Di sini (BIS) akan dicek semua. Kan lokasi itu, rawan longsor. Kita harus beri kenyamanan kepada pengunjung. Tempatnya dibenahi dan beri jaminan asuransi. Kita harus siap terhadap situasi terburuk yang terjadi,” katanya.

“Cara penerapan asuransi bisa sangat simpel katanya. Pada saat pengunjung datang ke situ, kan ada karcis. Jadi dicantumkan asuransi di situ.  Misalnya, tiket masuk Rp 10 ribu, jadi Rp 2 ribu untuk asuransi. Maka wisatawan nyaman berkunjung,” tambahnya.

Arie mengajak semua pelaku wisata di Danau Toba sama-sama menjaga keselamatan wisatawan. Dalam waktu dekat, BODT juga akan mengumpulkan pelaku wisata untuk melakukan sosialisasi keselamatan pengunjung dan penggunaan asuransi kepada pengunjung.

“Itu bukan hanya tugas BODT, kementerian, pelaku wisata, tapi semua pihak harus bekerjasama,” imbuhnya. (Sib).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here