Home News Aksi 1001 Lilin untuk Brigadir J: ‘Dua Tingkat Pimpinan di Atas Ferdy...

Aksi 1001 Lilin untuk Brigadir J: ‘Dua Tingkat Pimpinan di Atas Ferdy Sambo Harus Bertanggung Jawab’

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Puluhan mahasiswa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Sumut melakukan aksi di Taman Makam Pahlawan Medan, Jumat (12/8) malam.

Mahasiswa yang terdiri dari PMII, GMNI, HMI, GMKI, dan IMM melakukan pembakaran 1001 lilin dan tabur bunga sebagai tanda telah berkabung atas matinya keadilan.

“Instansi Polri belakangan menjadi sorotan publik seiring dengan mencuatnya kasus kematian Brigadir J yang diawal dinarasikan melakukan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo dan melakukan aksi tembak-menembak bak film koboy, hingga membuatnya meninggal,” kata Ketua GMNI Sumut Daniel Sigalingging, seperti dikutip dari suara, Sabtu (13/8).

Ia mengatakan narasi ini dimunculkan oleh Instansi ini melalui para perwira-perwiranya yang tampil sangat meyakinkan di depan publik menyatakan kronologis kejadian, yang kemudian akhirnya terbukti bahwa semua ini hanyalah hasil sandiwara.

“Dan rekayasa Irjen Ferdy Sambo melibatkan banyak perwiranya dengan peran dan tugasnya masing-masing,” ujarnya.

Daniel mengatakan apakah penyusunan skenario seperti ini sudah lumrah terjadi dilakukan.

“Dan apabila tidak ada desakan yang kuat dari keluarga dan publik, serta atensi dari Presiden, akankah kasus ini akan ditutup sesuai dengan skenario awal? ungkapnya.

Cipayung Plus Sumut juga menilai bahwa Kapolri juga sudah gagal memilih orang masuk dalam lingkaran Mabes terutama untuk jabatan Kadiv Propam yang seharusnya menjadi contoh penegak disiplin justru melakukan perbuatan keji yaitu pembunuhan berencana.

“Belum lagi publik bertanya-tanya mengenai motif sesungguhnya yang melatarbelakangi meninggalnya Brigadir J, yang justru membuat isu di publik semakin liar dan menyudutkan instansi Kepolisian,” jelasnya.

Para mahasiswa juga menyinggung soal video ucapan Irjen Sambo bahwa beliau pernah mengutip ucapan pimpinannya (Kapolri) bahwa apabila ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota maka dua tingkat pimpinan diatasnya harus bertanggungjawab.

“Diluar dari kasus tersebut, ini merupakan klimaks dari banyaknya kasus-kasus yang melibatkan oknum kepolisian di Indonesia yang menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan visi presisinya,” tambah Abdul, Ketum Badko HMI Sumut

“Maka secara tegas Cipayung Plus Sumatera Utara mendesak Kapolri mundur dari jabatannya,” ucap para Ketua Cipayung Plus Sumut tersebut secara serentak sambil membaca statement.(Sua).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here