Matanurani, Lampung – Ketua Pokja Pangan dan Agroindustri Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu minta pemerintahan provinsi Lampung untuk meningkatkan dan menjaga produk kearifan
Hal itu disampaikan Benny saat ditemui wartawan di ruang rapat kantor Bappeda Lampung, usai diskusi yang digelar di ruang rapat Bappeda Provinsi Lampung, Jumat (18/5).
“Pemprov dan Pemkab perlu berperan aktif untuk fokus meningkatkan dan menjaga produk kearifan lokalnya. Jika tidak, maka produk unggulan kearifan lokal yang sudah menjadi heritage di Lampung ini akan punah,” ujar Benny.

Benny menilai produk komoditi seperti kopi robusta dan singkong di Lampung sudah diakui keunggulannya secara nasional. Namun, produktifitas dan industrialisasi masih jadi tantangan.
Sementara Kepala Bappeda Pemprov Lampung, Taufik Hidayat mengatakan
dari sektor Pertanian di Lampung penyumbang terbesar adalah Kopi Robusta dan Ubi Kayu. Angka Produksi Kopi Robusta Lampung 114.000 Ton/tahun, sementara ekspor kopi melalui Lampung mencapai 600.000 Ton/tahun.
Untuk Produksi Ubi Kayu Lampung sebagai Penghasil terbesar di Indonesia Luas Areal Ubi Kayu menurut data tahun 2016 di Kabupaten Lampung Tengah sebesar 68.720 Ha. Lampung Timur 52.289 Ha. Lampung Utara 48.716 Ha, paparnya.(Smn).




































